Politik

Zuhro: Menegaskan Demokrasi Kita Mahal

satelit post | Rabu, 24 Juni 2015 - 11:23:26 WIB | dibaca: 406 pembaca

SITI ZUHRO

 Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menjelaskan disepakatinya Dana Aspirasi ini bisa menjadi preseden buruk jika Indonesia memiliki misi untuk memotong mata rantai politik dinasti atau politik uang yang kerap terjadi.

"Namun pada saat yang bersamaan, kita legalkan dan absahkan perilaku-perilaku atau tindakan yang justru semakin menegaskan bahwa politik dan demokrasi kita mahal," ujarnya, Selasa (23/6), sebagaimana dikutip republika.co.id.

Ia melanjutkan, karena Dana Aspirasi sebelumnya hanya senilai Rp 1 miliar. Sedangkan saat ini, dana tersebut telah mencapai Rp 20 miliar per anggota DPR.

"Dan ini terjadi berulang kali. Nanti pada periode berikutnya (pemerintahan) bisa saja naik lagi," katanya.

Padahal menurutnya, jika Dana Aspirasi ini ditujukan untuk membangun daerah, pemerintah atau DPR bisa mengalokasikan APBN yang lebih besar ke daerah-daerah. Karena saat ini, lanjutnya, telah berlaku sistem otonomi daerah. (agus setiyanto)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)