Banjarnegara

Bukit Panongan di Dusun Parakan Retak

Warga Resah, Kalibening Waspada

Magang Dua | Jumat, 28 April 2017 - 10:20:38 WIB | dibaca: 45 pembaca

KALIBENING, SATELITPOST-Sejak beberapa waktu lalu, warga Kalibening dihantui kekhawatiran atas retaknya bukit panongan di Dusun Parakan Desa Majatengah, Kecamatan Kalibening, Selasa (25/4) lalu.

Kondisi tersebut kata Kodim, Kepala Desa Kalibening, merupakan imbas atas pengalaman buruk terjadinya mega bencana tanah longsor di Dusun Jemblung Kecamatan  Karangkobar akhir tahun 2014 lalu.

"Bukit yang retak itu, sangat dekat dengan pemukiman. Ini yang membuat warga selalu khawatir," kata Kodim.

Menurut dia, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara sudah menyatakan kondisi tersebut relatif aman. Tetapi kekhawatiran warganya, tidak dapat diatasi karena warga setempat rutin memantau kondisi retakan tanah yang justru terus melebar.

Bahkan, kata dia, dari laporan yang diterimanya sudah ada warganya yang mengecek sendiri kedalaman retakan tanah menggunakan bambu. Tanah yang ada di bagian dalam retakan, sudah berwujud lumpur.

"Sudah ada beberapa warga kami yang tidak bermalam di rumahnya, karena khawatir terjadi apa-apa terutama saat hujan. Kami harap BPBD segera memasang alat deteksi gerakan tanah supaya cepat diketahui kalau ada pergerakan tanah," katanya.

Selain itu, dia juga berharap supaya dinas terkait segera membuat talud pengaman tebing di tepi sungai. Sehingga, sedikit banyak akan menghambat pergerakan tanah. Sebab, dia menduga terjadinya gerakan tanah tersebut ada hubungannya dengan proses normalisasi Sungai Brukah beberapa tahun lalu.

"Normalisasi waktu itu menyingkirkan batuan raksasa yang selama ini menjadi penahan tanah. Efeknya baru dirasakan, karena batuan penyanggah itu sekarang sudah tidak ada lagi," katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Arief Rahman mengatakan, BPBD sudah melakukan pengecekan di lokasi. Hasilnya, saat ini memang terdapat rekahan tanah yang membentuk tapal kuda.

"Mahkota retakan berjarak 406 meter dari pemukiman dan terpisahkan Sungai Brukah. Memang mata air sudah berpindah pindah, tapi masih jernih. Jadi kami imbau warga untuk tidak resah, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Sebagai upaya penanganan pertama, BPBD bersama TNI, Polri, RAPI, pemerintah kecamatan dan warga setempat, melakukan penutupan retakan tanah. Selain itu, juga memasang peringatan sederhana agar masyarakat dapat memantaunya.

"Tetap tingkatkan kewaspadaan dan pantauan. Jika ada gejala mencurigakan, segera saja dilaporkan," katanya. (gatotgat@yahoo.com)










    Komentar Via Website : 0


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)