Internasional

Trump Tiru Kebijakan Visa Australia

Magang Dua | Kamis, 20 April 2017 - 10:35:10 WIB | dibaca: 38 pembaca

Presiden AS, Donald Trump. /FOTONET

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menandatangani sebuah instruksi presiden untuk program visa H-1B. Visa H1-B di AS mirip dengan visa kerja 457 Australia yang baru saja dicabut oleh PM Turnbull dan diganti dengan dua visa pekerja terampil yang baru.

Pengumuman Trump ini dianggap tak jelas dalam berbagai hal. Namun, dalam sebuah konferensi pers dan keterangan yang diterbitkan pihak Gedung Putih disebutkan beberapa tujuan dasar dari kebijakan ini. Satu di antara tujuannya, menurut  tim ahli Trump, adalah untuk memodifikasi atau mengganti sistem undian yang berlaku saat ini pada visa H-1B.

Seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (19/4), sistem yang berlaku nanti adalah berdasar kelayakan, yang akan membatasi visa bagi para pekerja terampil. Trump mengumumkan sendiri inpres ini dan menyampaikan pernyataan saat melakukan kunjungan ke markas Snap-On Inc, perusahaan pembuat alat di negara bagian Wisconsin, AS.

Trump juga memerintahkan adanya peninjauan terhadap aturan pengadaan jasa pemerintah yang mendukung perusahaan-perusahaan AS untuk melihat apakah sebuah kebijakan benar-benar menguntungkan, terutama bagi industri baja AS.

"Dengan langkah ini, kami mengirimkan sinyal kuat kepada dunia: kami akan membela pekerja kami, melindungi pekerjaan kami dan pada akhirnya memprioritaskan Amerika," kata Trump.

Pidato Trump itu senada dengan pengumuman yang disampaikan PM Turnbull pada Selasa (18/04). "Program migrasi seharusnya hanya beroperasi selaras dengan kepentingan nasional kita. Ini tentang lapangan pekerjaan bagi warga Australia," kata Turnbull.

Mendekati 100-hari jabatan Presiden yang dipegangnya, Trump dianggap masih belum memiliki pencapaian legislatif yang besar. Dengan upaya merombak program perlindungan kesehatan yang diluncurkan Presiden Barack Obama dan menghentikan aturan pajak di Kongres, Trump hanya mengandalkan inpres untuk mengubah kebijakan.

Belum jelas apakah inpres terbaru itu akan segera membuahkan hasil. Golongan visa H-1B meliputi batasan waktu yang tak pasti, sementara pada bagian pengadaan jasa pemerintah, batasan waktu begitu jelas. "Kami berharap agar maksud instruksi Presiden Trump pada program visa H-1B adalah untuk 'memperbaikinya, bukan mengakhirinya," kata Robert Atkinson, Presiden Yayasan Teknologi Informasi dan Inovasi.(gan)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)