Banyumas

Terlahir Kembar, Siti Hidup Tanpa Kaki dan Lengan Tangan

satelit post | Senin, 21 September 2015 - 10:16:25 WIB | dibaca: 589 pembaca

SITI Kalispa Rani (7) seorangpenderita difabel asal Desa Cempaka RT 20 RW 7, Kecamatan Cigugur, KabupatenPangandaran ditemukan tim relawan Bulan Sabit Merah Kawan Uji (BSMKU) dengankondisi memprihatinkan. Ia lahir tanpa kaki dan lengan tangan. Hanya mengandalkanmulutnya, Siti biasa melakukan aktivitasnya sehari hari.

Meski memiliki kekuranganfisik, emangat belajar anak kembar pasangan Gandi dan Siti Nurhayati ini patutdiacungi jempol. Dengan menggunakan mulut kecilnya, ia belajar menulis,membaca, dan mengaji dari saudara-saudara yang tinggal serumah dengannya.Saudara kembarnya yang lahir normal, Silvia Kalispa saat ini sudah duduk dibangku kelas 1 sekolah dasar di desanya.

‎"Kami temukanananda Siti Kalispa ini saat sedang melakukan home care kesehatan diPangandaran," kata Kyai Nur Sholeh, Relawan Non Medis BSMKU, Minggu(20/9).

Saat ditemukan, kondisiSiti Kalispa sedang menderita penyakit gatal pada kulitnya,sehingga dua TimRelawan BSMKU, Nur Sholeh dan Nuraeni hanya bisa memberikan pengobatan seadanyasesuai apa yang bisa dilakukan.

Diceritakan Nur Sholeh,Siti Kalispa lahir kembar, namun ia lahir dengan kondisi buntung, sementarasaudara kembarnya, Silvia lahir normal seperti anak lainnya. Siti dan saudarakembarnya tinggal di rumah semi permanen (panggung) yang dihuni delapan orang.Ia tinggal bersama kakek nenek dan saudara dari ibunda Siti.

"Karena hidup dalamkondisi serba kekurangan, kedua orangtua Siti terpaksa bekerja di luar daerahuntuk mencukupi kebutuhan anaknya ini,"kata Nur Sholeh.

Menurut Nur Sholeh, meskitak memiliki tangan dan kaki, semangat belajar anak ini sangat lah besar. Iamemiliki cita cita mulia ingin menjadi seorang ustazah (guru ngaji). Maka takheran, aktifitasnya sehari hari digunakan untuk belajar menulis,membaca dan mengajidirumah.

"Ananda Siti pinginsekali sekolah seperti teman temannya,namun karena jarak rumah dengan SLB yangsangat jauh, sekitar 60 Kilometer, jadi tidak ada yang mengantarnya.Kondisifinansial keluarganya juga tidak memungkinkan Ia bisa mengeyam pendidikansekolah."katanya.

Pemerintah setempatsebenarnya tidak menutup mata dengan kondisi Siti ini, beberapa waktu lalu,Siti pernah mendapatkan bantuan berupa kursi roda dan sejumlah uang daripemerintah daerah. Namun bantuan itu sifatnya hanya sekali saja,dan sekarangsudah tidak pernah menerima bantuan lagi.

Untuk itu,lanjut NurSholeh,bagi para dermawan dan donatur yang ingin membantu adik kecil ini agarbisa mengeyam pendidikan yang layak, bisa memberikan bantuan melalui rekeningBSMKU di BSM Syariah ( 451) 7522222253.

"Semoga denganbantuan para dermawan yang terketuk hatinya,ananda Siti Kalispa bisa sekolahdengan layak,"katanya.

Terpisah, Ketua UmumBSMKU, dr Agus Ujianto mengatakan, Siti Kalispa Rani yang bertahan dalamkondisi seperti itu selama tujuh tahun harus didukung. Ia mengaku  akan membantu jika Siti mau menjadi anak asuhBSMKU. Tetapi Ia juga tidak memaksakan jika nantinya ada relawan lain yang akanmembantunya dan Siti memilih mereka.

"BSMKU sifatnyamembantu semaksimal mungkin dengan sukarela dan semampunya. Karena kami jugamengkoneksikan dengan relawan lain, nanti tinggal Siti maubagaimana,"katanya saat dihubungi SatelitPost via telepon selular.

Ditambahkan dokterAgus,selama ini, relawan BSMKU bergerak terus meski dengan keterbatasan yangada. Kiai Nur Sholeh dan Nuraeni adalah relawan non medis yang bergerak terusmenebarkan prinsip kerelawanan BSMKU menolong dan mengisi jarak pelayanansemampu kita dengan terus meningkatkan kemampuan dan kompetensi baik saranamaupun prasarana yang ada.‎

‎"Jika saudarasaudari percaya, entah dari lembaga sosial dan pribadi, sisakan sebagian harta,waktu dan pikiran akan kami tunggu bantuannya," katanya. (trionoyulianto)‎










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)