Komunitas

Sosialisasikan SID Sampai Jadi Tutor Komputer

satelit post | Minggu, 25 Oktober 2015 - 11:44:48 WIB | dibaca: 21198 pembaca

Relawan TIK Banjarnegara

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dewasa ini menjadi sebuah ilmu yang wajib dikuasai. Sebab, sebagian besar lini pemerintahan dan perdagangan secara berangsur mulai bergerak ke ranah computerized.

Anggapan ini mendasari aksi dari 12 orang pemuda dari beberapa desa di Banjarnegara. Hampir dua bulan ini, mereka kerap blusukan ke sejumlah desa untuk menyebarkan ilmu-ilmu tentang TIK kepada masyarakat. Mereka tergabung dalam sebuah komunitas yang membawa nama Relawan TIK.

Komunitas ini memandang dunia digital mampu mengoptimalkan pola pelayanan pemerintah terhadap masyarakat. Sebab, dewasa ini, hampir semua kepentingan masyarakat berurusan dengan dunia digital.

Ketua Relawan TIK, Taat Affandy mengatakan, komunitas tersebut berdiri pada 7 Agustus 2015. Saat itu, Relawan TIK baru memiliki 10 orang anggota. Namun, tak lama, anggota komunitas itu bertambah.

Komunitas ternyata mampu menjadi wadah bagi orang-orang yang peduli dengan TIK. Saat ini, Relawan TIK mampu merangkul anggota dari bermacam latar belakang. Antara lain, guru, sarjana, mahasiswa sampai anak-anak SMA.  Sampai saat ini mereka aktif mensosialisasikan program pemerintah yang dimuat dalam UU Desa, yakni kepemilikan Sistem Informasi Desa (SID).  

Menurutnya, komunitas yang dipimpinnya merupakan sebuah kelompok yang membantu pemerintah mewujudkan masyarakat Indonesia informatif. Oleh karenanya, mereka membawa upaya pengenalan dunia digital sebagai sebuah gerakan moral. Tak hanya di kawasan perkotaan, mereka malah memandang wilayah pelosok sebagai target yang juga perlu disentuh.

Meski tujuan utama mereka adalah memperkuat sektor SID, namun mereka juga tidak menutup mata bahwa komputer merupakan sebuah sarana yang belum dikenal banyak orang. Oleh karenanya, mereka pun mau turun jauh lebih ke dasar.

Taat mengaku, tak jarang, ia dan rekan malah menjadi tutor komputer di desa-desa.  “Awalnya kami hanya ingin menjadi alat untuk sosialisasi SID. Tapi, di kemudian hari, kami cenderung merasa sebagai tutor komputer,” kata dia.

Meski begitu, langkah tersebut tetap mereka jalani. “Niat kami membantu perangkat desa agar melek komputer. Hal itu akan menjadi dasar pengenalan dan pembangunan SID di tingkatan desa,” kata dia.(gatotgat@yahoo.com)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)