Cilacap

Siswa Diminta Lakukan Kontrak Kejujuran

Magang Dua | Sabtu, 29 April 2017 - 10:23:37 WIB | dibaca: 159 pembaca

Siswa SMP Pius Cilacap menulis di kain putih tentang Kontrak Kejujuran, Jumat (28/4). SATELITPOST/RENY TANIA

Para siswa-siswi yang akan melakukan ujian nasional harus mengutamakan kejujuran. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala SMP Pius Cilacap C Budi Setiyawan kepada para siswa-siswinya pada saat pelaksanaan kontrak kejujuran, Jumat (28/4).

 

Para siswa-siswi ini menandatangani kain putih bertuliskan Kontrak Kejujuran. Satu persatu secara bergantian, mereka menandatangani kain tersebut, disaksikan oleh Kepala SMP, guru, karyawan, dan perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap.  Dengan kontrak kejujuran ini, kata Budi, agar memotivasi siswa-siswinya untuk bisa melaksanakan ujian dengan sungguh-sungguh, percaya diri, kemandirian, dan menjunjung kejujuran.

 

“Kami tidak menyuruh anak untuk berprestasi bagus, kami menyuruh mereka jujur. Apapun hasilnya yang penting kejujuran nomor satu,” ujar Budi.

 

Menurutnya, kejujuran ini sudah ditanamkan pihak sekolah, sejak para siswa-siswi ini masuk ke SMP Pius. Selama tiga tahun ini mereka dibiasakan untuk jujur, dan diharapkan sampai ujian akhir ini mereka pun bisa terus berkomitmen tetap mempertahankan kejujuran yang mereka miliki.

 

Ada sebanyak 100 siswa-siswi yang akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Dalam pelaksanaan UNBK besok, SMP Pius akan bekerjasama dengan SMA Yos Sudarso dalam pelaksanaannya.  “Kami bekerjasama dengan SMA Yos Sudarso dalam pelaksanan UNBK besok, nanti akan dibuat dua sesi ujian, dengan dua ruang ujian,” katanya.

 

Untuk menghadapi UNBK ini, pihaknya sudah menyiapkan para siswa-siswinya secara mental dan juga teknis. Bahkan pelaksanaan tryout dilakukan sebanyak delapan kali.  Prasasasti Adistiya, siswi Kelas 9B SMP Pius mengatakan kontrak kejujuran bukan hanya sekadar menandatangani kain putih saja, tetapi merupakan janji diri sendiri sebagai komitmen pribadi.

 

“Menurut saya kejujuran adalah yang utama, saya berharap semoga UNBK besok tidak ada yang menyontek dan dapat lulus dnegan hasil maksimal, dan dengan usaha sendiri,” katanya.

 

Paiman, Kabid Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kabudayaan yang hadir dalam pelaksanaan Kontrak Kejujuran ini mengapresiasi pihak sekolah yang selalu mengajarkan kejujuran kepada para siswa. Kejujuran ini menjadi penting, kata dia karena bagian dari pembangunan karakter utama anak.

 

“Tiap tahun, SMP Pius tiada henti memekikkan suara kejujuran. Harapannya pada UNBK besok, mereka berjiwa mandiri dan tidak memiliki ketergantungan dengan orang lain, ataupun gurunya. Mereka bisa mengerjakan sendiri, dan semoga hasilnya juga bagus-bagus,” katanya.

 

UN akan digelar pada 2-4 Mei dan dilanjutkan pada tanggal 8 Mei mendatang. Ada sebanyak 275 sekolah yang akan melaksanakan ujian nasional ini. Di antaranya 62 SMP melaksanakan UNBK dengan jumlah siswa sebanyak 10.787 orang, dan 207 sekolah melaksanakan Ujian nasional Kertas dan Pensil (UNKP) dengan jumlah siswa 17.410 orang. (reny tania)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)