Sport

Pemain PSS: Ndang Digolke, Ndak Kedisikan

Sepakbola Gajah, Setelah Delapan Bulan

satelit post | Kamis, 30 Juli 2015 - 14:10:27 WIB | dibaca: 257 pembaca

Lima gol bunuh diri warnai laga PSS vs PSIS yang digelar di stadion Sasana Krida Sleman, Minggu 26 Oktober 2014. Dok. Tribun Jateng

YOGYAKARTA, SATELITPOST- Awam tentu masih ingat tragedi memalukan dalam pertandingan sepakbola yang mempertemukan PSS Sleman dan PSIS Semarang, Minggu (26/10/2014) lalu. Lima gol yang dihasilkan dalam pertandingan tersebut adalah gol bunuh diri!

Kini, setelah delapan bulan berlalu di mana sanksi pada kedua pelatih dan pemain telah dijatuhkan, beberapa pemain PSS Sleman berani buka mulut terkait peristiwa memalukan tersebut.

Para pemain PSS berbicara dalam acara Kupas Tuntas Kasus Sepak Bola Gajah PSIS Semarang vs PSS Sleman, Rabu (29/7) yang diselenggarakan oleh Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI) di Hotel Merapi Merbabu, Yogyakarta. Dari rencana sembilan pemain, hanya empat orang hadir dalam acara ini, seperti dikutip dari Kompas.com.  

Para pemain itu adalah Satrio (bek kanan), Ridwan (gelandang), Moniaga (striker), dan Ronald (bukan nama sebenarnya). Empat pemain ini masuk starting eleven saat PSS bertemu PSIS pada 'dagelan' sepakbola gajah.

Di hadapan para wartawan, Satrio mengaku berani membuka mulut soal sepakbola gajah atas dasar hati nurani. Ia dan teman-teman pemain ingin agar kebenaran soal peristiwa yang mengemparkan publik sepakbola Indonesia itu bisa terkuak.

"Selama ini kami selalu disalahkan. Padahal, kami ini korban dari drama sepakbola gajah," ujar Satrio.

Diakui Satrio, peristiwa sepakbola gajah itu terjadi karena ada instruksi agar menghindari Borneo FC pada babak berikutnya. Instruksi itu menurut dia, diutarakan langsung oleh Manajer PSS, Suparjiono setelah briefing dengan Hery Kiswanto pelatih PSS kala itu.

"Intinya, jangan sampai kami bertemu Borneo FC kalau ingin ke ISL. Pak Suparjiono mengatakan itu setelah pemain briefing dengan pelatih," ujar Satrio.

Sementara itu, Ronald (bukan nama sebenarnya) mengaku, instruksi untuk melakukan gol bunuh diri disampaikan di ruang ganti saat turun minum babak pertama. Bahkan, karena pemain berusia 22 tahun ini tidak kunjung menjalankan istruksi, ia dipanggil ke pinggir lapangan dan diminta segera membuat gol bunuh diri.

"Jadi saat turun minum saya dipanggil Pak Suparjiono. Saat di ruang ganti, manajer mengatakan kalau saya bikin gol bunuh diri, PSS akan terhindar dari Borneo FC," ujar Ronald dengan wajah ditutup slayer dan mengenakan topi itu.

Ronald mengaku sempat menolak instruksi itu karena tidak sesuai dengan kata hatinya. Sampai pertengahan babak kedua, ia pun tak kunjung melaksanakan instruksi itu.

Namun pada pertengahan babak kedua, tepatnya sekitar menit ke-70, ia kembali dipanggil oleh Suparjiono ke pinggir lapangan. Saat itu, ia dibentak agar segera melakukan gol bunuh diri.

"Ndang digolke (cepet bikin gol bunuh diri). Ndak kedisikan Semarang," kata mengulang kata-kata Suparjiono saat itu.

Mendapat gertakan, ia pun lantas melakukan back pass ke kiper dan berujung menjadi gol ke gawang PSS. "Saya menyesal melakukan itu. Jujur saya tidak bermaksud bikin gol bunuh diri," kata dia.


Sempat Datangi Wasit

Gelandang PSS Ridwan menambahkan, ketika pertandingan beberapa rekannya sempat mendatangi wasit agar menghentikan pertandingan. Sebab, pertandingan sudah berjalan tidak normal.

"Beberapa pemain sudah mendatangi wasit dan minta pertandingan dihentikan,tetapi tetap dilanjutkan," ujar Ridwan.

Sementara itu, Suparjiono saat dihubungi membantah semua keterangan dari empat pemain PSS terkait peristiwa sepakbola gajah. Ia menegaskan pengakuan dari pemain PSS soal sepakbola gajah tidak benar.

"Tidak benar itu. Saya tidak tahu dan tidak menginstruksikan apapun ke pemain. Kan kasus ini juga sudah diselidiki dan disidangkan oleh PSSI," kata dia.

Dari hasil sidang PSSI, sejumlah pemain mendapatkan denda serta larangan terlibat dalam sepak bola nasional, bahkan ada yang sampai seumur hidup. Begitu juga dengan pelatih dan manajer tim. Adapun Suparijiono, lepas dari sanksi oleh PSSI.  (jul)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)