Sorot

Selamat Hari Kartini

Magang Dua | Jumat, 21 April 2017 - 10:03:16 WIB | dibaca: 53 pembaca

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 1964 tertanggal 2 Mei 1964 menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Indonesia. Sejak itu, setiap tanggal 21 April tanggal lahir Raden Ajeng Kartini, ditetapkan sebagai peringatan hari Kartini.

Secara serentak bangsa Indonesia memperingati hari kartini dengan beragam kegiatan untuk mengingat kembali jasa putri seorang Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat ini, dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.

Perjuangannya memang tak akan lekang dimakan zaman. Semangatnya yang fenomenal, patut dikenang dan dijadikan teladan sampai kapan pun.

Ada begitu banyak pesan yang disampaikan lewat perjuangan seorang Kartini muda semasa hidupnya. Karena itu, hari kartini harusnya dijadikan sebuah kebanggaan tersendiri, karena Kartini menjadi pelopor untuk kemajuan perempuan di Indonesia, terutama di bidang pendidikan.

Itulah satu di antara beberapa inti perjuangan Kartini dalam membebaskan kaum perempuan dari kebodohan dan penindasan.

Tetapi apakah perjuangan Kartini betul-betul sudah dirasakan para perempuan Indonesia masa sekarang?

Beberapa hasil perjuangannya, sudah ada yang tampak nyata. Contohnya dari banyaknya perempuan Indonesia yang sudah berhasil mengenyam pendidikan tinggi. Bahkan, tak sedikit pula yang akhirnya memiliki profesi baik di bidangnya.

Meski pun harus diakui, masih ada fakta yang masih belum menggembirakan. Sejauh ini diskriminasi dalam berbagai bidang, masih kerap dialami kaum perempuan.

Perempuan di Indonesia juga masih rentan menjadi korban kekerasan. Kondisi ini terekam dari Catatan Tahunan 2017 Komnas Perempuan yang dirilis Harian Kompas, awal Maret lalu.

Komnas Perempuan mendokumentasikan kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi selama 2016.

Hasilnya, terdapat 259.150 jumlah kekerasan terhadap perempuan. Sebanyak 245.548 kasus diperoleh dari 358 Pengadilan Agama dan 13.602 kasus yang ditangani oleh 233 lembaga mitra pengadaan layanan yang tersebar di 34 Provinsi.

Di ranah personal, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menempati peringkat pertama dengan 5.784 kasus. Disusul kekerasan dalam pacaran 2.171 kasus, kekerasan terhadap anak perempuan 1.799 kasus.

Tidak hanya ranah personal, kekerasan di ranah komunitas juga banyak terjadi dengan 3.092 kasus yang terbagi dalam perkosaan dan pencabulan.

Fakta tersebut tentu sangat memprihatinkan. Catatan itu sakan membuktikan bahwa program-program yang berfokus pada peningkatan derajat perempuan, belum memperlihatkan hasil menggembirakan.

Sepertinya momen peringatan hari Kartini, perlu dimaknai dengan mulai memikirkan kembali langkah-langkah perjuangan yang dilakukan. Peringatan hari ini, idealnya dijadikan ruang untuk terus melakukan refleksi dan penguatan, bukan lagi sekedar fenomena beramai-ramai ke salon untuk mempercantik diri dengan alasan memperingati hari Kartini.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)