Banyumas

Rubrik Konsultasi Kesehatan

Magang Dua | Selasa, 21 Februari 2017 - 10:31:56 WIB | dibaca: 43 pembaca

 

 

Pertanyaan:

Halo Dokter,

Saya memiliki masalah setiap mendekati menstruasi, selalu muncul jerawat yang meradang, padahal kulit wajah saya tergolong normal. Sebenarnya apa penyebab jerawat saya Dok, karena saya risih wajah saya jadi terlihat kusam dan kotor.

 

(Mira, Sokaraja)

Jawaban:

 

Halo mbak Mira, semoga senantiasa dalam keadaan sehat.

Saya sangat memahami kegalauan mbak Mira, karena jerawat memang sangat mengganggu penampilan sehingga rasa percaya diri pun menurun.  Sangat penting untuk tahu penyebab munculnya jerawat, agar kita bisa mengantisipasi dan mencegah munculnya jerawat.

Sebelum kita tahu apa saja penyebab jerawat, kita harus memahami apa itu jerawat beserta jenis-jenisnya serta berbagai macam penyebab-penyebab yang memicunya. Dengan mengetahui tentang jerawat, kita bisa mengatasinya dan juga bisa tahu bagaimana cara mencegahnya.

Acne atau jerawat adalah peradangan kronis folikel sebasea, ditandai dengan adanya komedo yang timbul karena penyumbatan saluran folikel rambut (oleh sekresi sel kulit yang mati dan sebum), kadang juga menyebabkan kulit terasa panas dan sakit saat disentuh. Pada umumnya muncul di wajah, leher, dada, punggung dan lengan bagian atas, serta terjadi (kebanyakan) pada masa puber (wanita: 14-19 tahun dan pria: 20-30 tahun). Meskipun jerawat dapat menghilang dengan sendirinya seiring pertumbuhan usia, namun masih ada yang mengalami masalah jerawat di pertengahan usia 20-an. Wanita usia 20-an tahun lima kali lebih berisiko mengalami hal tersebut dibandingkan pria usia 20-an tahun.

Perubahan kadar hormon selama masa puber merupakan penyebab terbanyak munculnya jerawat. Perubahan hormon tersebut berdampak kepada peningkatan aktivitas kelenjar penghasil minyak atau sebum yang letaknya dekat dengan folikel rambut di kulit, sehingga produksi sebum pada wajah juga bertambah. Tumpukan sebum ini akan bergabung dengan kotoran dan sel kulit mati serta menyumbat pori-pori, sehingga bakteri Propionobacterium acnes  yang merupakan bakteri penyebab jerawat akan berkembang dengan cepat dan mengiritasi kulit. Akibatnya,  kulit akan tampak memerah dan membengkak, bahkan dapat menimbulkan nanah di balik kulit. Selain pada masa puber, jerawat juga bisa dialami para wanita akibat perubahan hormon yang terjadi selama siklus menstruasi dan masa kehamilan. Selain faktor usia dan perubahan hormon, ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya jerawat, antara lain efek samping dari penggunaan kosmetik, iritasi akibat gesekan atau tekanan dari benda yang dipakai di kulit yang tidak higienis (jerawat di dahi akibat sering memakai topi, helm, dll.), stress, efek samping obat-obatan dan juga keturunan.

Jerawat bisa dicegah dengan selalu menjaga kebersihan kulit dengan mencucinya minimal dua atau tiga kali sehari dengan sabun yang dianjurkan bagi kesehatan kulit. Saat hendak tidur, pastikan kondisi wajah bersih tanpa kosmetik.  Selain itu, pakailah produk kosmetik yang terdaftar di BPOM dan di bawah pengawasan dokter.  Jika terjadi iritasi segera hentikan pemakaiannya dan berkonsultasilah pada dokter.  Hindari semua jenis makanan dengan gula yang berlebih, terutama coklat dan kacang-kacangan. Minumlah banyak air putih dan jus buah, namun tetap harus menghindari minuman yang terlampau manis. Untuk istirahat, usahakanlah tidur enam sampai delapan jam setiap malam.  Hindari stres, dan rajinlah berolahraga dan terus jalankan prinsip-prinsip hidup sehat.  Hindari sering menyentuh jerawat dan jangan memencet jerawat, karena dapat menyebabkan infeksi dan memperlambat kesembuhan, serta dapat menyebabkan jaringan parut (luka bekas jerawat).

 

Demikian jawaban singkat yang dapat kami berikan. Sekian

 

dr. Prima Maharani Putri, M.H.

Dosen Program Studi Pendidikan Dokter

Fakultas Kedokteran

Universitas Muhammadiyah Purwokerto










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)