Komunitas

Romanisti Tidak Boleh Rasis

Magang Dua | Senin, 27 Maret 2017 - 10:40:24 WIB | dibaca: 72 pembaca

/FOTO-FOTO ISTIMEWA

Mengidolakan seseorang atau sebuah klub tidak harus berada dari dalam negeri saja. Seperti yang diidolakan oleh Roma Club Indonesia (RCI) Regional Purwokerto. Sesuai namanya mereka menyukai sebuah klub sepak bola Roma yang ada di Italia.

 

 

Menurut seorang Koordinator RCI Regional Purwokerto, Eros Yunianto RCI Regional Purwokerto sendiri terbentuk pada tanggal 27 April tahun 2010. Dimulai dari sembilan orang penggemar klub asal negeri pizza tersebut. “Sembilan orang terdiri dari tiga perempuan dan enam laki-laki. Mereka berasal dari Kabupaten Banyumas, Cilacap dan Bumiayu,” kata dia.

 

Sembilan orang tersebut pertama kali bertemu di Alun-alun Purwokerto setelah sebelumnya sempat mengatur pertemuan di jejaring media sosial Facebook. “Setelah mereka chating di Facebook akhirnya mereka sepakat untuk bertemu di alun-alun, dan membuat RCI Regional Purwokerto yang menginduk dari RCI pusat Jakarta,” ujarnya.

 

 

Dari sembilan orang tersebut beberapa orang di wilayah Banyumas pun mulai bergabung hingga akhirnya jumlahnya mencapai puluhan orang. “Setelah banyak orang yang dari Cilacap dan Bumiayu membuat RCI Regional Cilacap dan Bumiayu, jadi Regional Purwokerto ini memang porosnya dari kedua daerah bahkan sekarang sampai eks karisidenan Banyumas,” kata dia.

 

 

Tujuannya memang sebagai wadah sharing ataupun teman ngobrol soal klub kesayangan mereka. “Kita bisa ngobrol-ngobrol seputar sepakbola, silaturahmi dan tentunya yang paling seru itu kita bisa nobar (nonton bareng, red) sesama Romanisti (sebutan fans roma, red). Jadi lebih seru dan nyenengin,” ujarnya.

 

 

 Masih menurut Eros jika nobar mereka biasa berkumpul di café nicetime yakni di belakang Lapas Purwokerto atau berada di dekat Alun-alun Purwokerto. “Setiap kali ada pertandingan kami pasti selau berkumpul dan nonton. Sekarang jumlah anggota kami yang aktif itu ada 55 orang,” kata dia.

 

 

Tidak hanya saat nobar saja mereka berkumpul, terkadang mereka juga berkumpul di kediaman Eros di Jalan Pahlawan IX, Kelurahan Tanjung Kecamatan Purwokerto Selatan. “Terkadang juga berpindah-pindah di rumah teman-teman yang lain, kita jalin silaturahmi,” ujarnya.

 

 

Sedangkan menurut Koordinator Umum RCI Regional Purwokerto, Niko Yuniato bagi yang ingin bergabung silahkan datang saja saat acara nobar ataupun datang ke rumah mas Eros. “Untuk persyaratannya cuma satu, harus Romanisti,” kata dia.

 

Kelebihannya mencari anggota RCI Regional Purwokerto yakni ketika klub sepakbola Roma datang ke Indonesia mereka tidak perlu susah-susah mengantre ataupun datang langsung ke Jakarta untuk membeli tiket, mereka memiliki jalur sendiri bahkan jika beruntung bisa ketemu dengan pemain Roma.

 

 

“Seperti saat kemarin Roma ke GBK (Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, red) Eros yang mengkoordinir dengan RCI pusat. Eros mengumpulkan uang anak-anak kemudian diserahkan ke pusat nanti pusat yang akan menyediakan tiketnya. Ketika kita sampai di Jakarta tiketnya sudah ada dan tinggal masuk ke stadion,” ujarnya.

 

 

Tidak hanya soal tiket, saat latihan pun RCI bisa melihat idolanya, mereka diperbolekan untuk melihat dari luar lapangan. “Kalau beruntung bisa salaman bisa foto bareng, tetapi bagi kami melihat mereka dari dekat saja sudah senang,” kata dia.

 

 

Selain kegiatan nobar, RCI Regional Purwokerto juga seringkali mengadakan kegiatan lomba futsal ataupun bakti sosial bersama dengan komunitas lain. “Kita selalu berusaha menjalin silaturahmi dengan komunitas lain,” ujarnya.

 

 

Jadi jika Anda tetarik bergabung silahkan saja datang saat nobar, syaratnya selain Romanisti, tidak boleh rasis, tidak mengejek club lain dan tidak berkata jorok saat nobar. Karena RCI Regional Purwokerto tidak menyukai unsur-unsur anarkis seperti itu.(san)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)