Purbalingga

Radio Tak Boleh Mati

Magang Dua | Sabtu, 29 April 2017 - 10:34:21 WIB | dibaca: 130 pembaca

Banyak anggapan pesatnya kemajuan teknologi informasi digital dewasa ini dapat menggulung teknik komunikasi konvensional seperti radio ke dasar jurang. Namun pada kenyataannya, para pehobi frekuensi non satelit tetap eksis bahkan sampai hari ini.

 

Satu di antaranya Nuryaman. Ketua 1 Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Purbalingga ini menggeluti hobinya sejak tahun 1996. Bermodal sebuah alat transmisi handy talkie, dia dapat menjelajah ke wilayah yang jauh untuk sekedar bertukar kabar dengan rekan RAPI lain.

 

Pria usia 54 tahun ini mengaku tidak jenuh dengan hobinya. “Menggunakan perangkat komunikasi tersebut kan tidak setiap saat, ada jam-jamnya ramai, ada waktunya sepi, karena itu tidak sampai merasa bosan seperti menggunakan gawai yang tiap waktu dipegang,” ujarnya.

 

Nuryaman yang bekerja sebagai Pembantu Bendahara Pengeluaran di Rumah Sakit Khusus Bersalin Daerah Panti Nugroho mengatakan, pengguna radio antar penduduk saat ini terbilang masih banyak. Namun ia memprediksikan ke depan kemungkinan tidak ada penerusnya.

 

“Rata-rata pengguna radio antar penduduk ini sudah seumuran saya, yang muda-muda jarang, kemungkinan karena pesatnya perkembangan telepon pintar,” ujarnya sambil tersenyum.

 

Bersama dengan teman-teman sesama pengguna radio antar penduduk ia kerap kali mengadakan kopi darat. Di samping itu, mereka juga sering mengadakan bakti sosial dan penggalangan dana untuk panti asuhan.

 

“Kalau sudah kopdar, pasti banyak mengusulkan untuk mengadakan kegiatan positif, kalau sudah terorganisir seperti RAPI ini kan setiap kegiatan jadi bisa dipertanggungjawabkan dengan baik,” katanya.

 

Meski demikian, dia menilai jika sebenarnya keberadaan radio masih sangat vital. Terutama karena radio mampu menyajikan informasi yang cepat dan tepat dalam mendukung berbagai program kegiatan yang ada di kabupaten Purbalingga dan sekitarnya.

 

“Kabupaten Purbalingga termasuk dalam peta rawan bencana. Dibutuhkan kesiapan seluruh jajaran RAPI sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya. (bal)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)