Cilacap

Polisi Tangkap 10 PSK Slarang

Magang Dua | Jumat, 27 Mei 2016 - 14:53:38 WIB | dibaca: 15465 pembaca

Sejumlah pekerja seks komersial eks lokalisasi Slarang menjalani persidangan di PN Cilacap usai ditangkap polisi dari Satuan Sabhara Polres Cilacap, Kamis (26/5). SATELITPOST/AMRON

CILACAP, SATELITPOST - Jajaran Satuan Sabhara Polres Cilacap menangkap 10 perempuan yang diduga melakukan praktik prostitusi liar di Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan dalam sebuah operasi penyakit masyarakat (pekat). Mereka ditangkap saat berada di tempat kos dan sejumlah warung yang berada di desa tersebut.

10 pekerja seks komersial (PSK) yang diamankan antara lain, Spyt (47) waga Rawajaya Bantarsari Cilacap, Mnrt (43) warga Pegadongan Banjarnegara, Dn  (40) warga Purwokerto Selatan, Satem (40) warga Jatilawang Banyumas, Tih (37) warga Kretek Wonosobo, Pryt (34) warga Sapuran Wonosobo, Ksrh (34) tahun warga Adipala Cilacap, Strn (29) warga Nusawungu Cilacap, Ant (28) warga Cimanggu Cilacap dan Dv (27) warga Sokaraja Banyumas.

“Wanita-wanita ini saat kami lakukan razia berada di warung atau tempat kos di lingkungan eks lokalisasi Desa Selarang, Kesugihan untuk  menjajakan diri. Praktik prostitusi di wilayah ini memang terselubung,” kata Kapolres Cilacap AKBP Ulung Sampurna Jaya SIK MH melalui Kasat Sabhara AKP Arif Budi Haryanto SH, Kamis (26/5).

AKP Arif menambahkan, mereka yang terjaring ini dijerat Pasal 2 Perda Kabupaten Cilacap No 13 tahun 1989 Junto Pasal 8 No 23 tahun 2003 tentang perubahan Perda No13 tahun 1989. Setelah dimintai keterangan, ke-10 PSK ini langsung diajukan ke pengadilan untuk menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Cilacap.

“Di hadapan Hakim Viliasari SH MKH dan Panitera Pengganti Sudarso SH, para terdakwa ini  beralasan melakukan kegiatan praktik prostitusi karena sulitnya mencari pekerjaan. Sehingga mereka memilih jalan terjun ke prostitusi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga sehari-hari. Atas perbuatannya, hakim menjatuhkan vonis kurungan 1 bulan dengan masa percobaan 3 bulan  dan membayar denda perkara Rp 2 ribu,” katanya.

Kasat Sabhara mengatakan, pihaknya akan terus menggencarkan razia untuk memberantas penyakit masyarakat ini. Sehingga diharapkan wilayah Cilacap semakin kondusif. (ron)










    Komentar Via Website : 0


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)