Peristiwa

Kasus Penyiraman Air Keras pada Penyidik KPK

Polda Janji Usut Tuntas Penyiraman ke Novel

Magang Dua | Kamis, 13 April 2017 - 10:28:10 WIB | dibaca: 43 pembaca

PENYIDIK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menggunakan kursi roda saat akan dibawa ke RS Jakarta Eye Center dari RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (11/4). TRIBUNNEWS

JAKARTA, SATELITPOST-Pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya akan mengusut tuntas kasus teror berupa penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan di Masjid Al Ihsan, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4) kemarin.

Beberapa saksi terus diperiksa untuk menangkap para pelaku yang melukai wajah Novel. Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Mochammad Iriawan mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

 

Polisi Jakarta juga terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, serta barang bukti dalam kasus itu. "Tadi pagi sudah komunikasi, solat subuh dengan warga setempat untuk terus digali keterangannya, termasuk foto-foto, gambar-gambar yang telah dipunyai saya dan penyidik di sana. Segera ungkap, masyarakat menunggu," kata Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (12/4) seperti diberitakan Tribunnews.

Saat upacara di Markas Polda Metro Jaya, Iriawan membeberkan peristiwa yang mengejutkan dunia kepolisian. Karena satu keluarga besar Polri disiram oleh dua pelaku tak dikenal seusai salat subuh berjemaah di Masjid Al Ihsan.

"Kemarin kita dikejutkan oleh peristiwa yang menimpa keluarga besar kita, Saudara Novel Baswedan. Yang bersangkutan, masih keluarga besar purnawirawan Polri," ujar Iriawan.

 

Dia menegaskan kepada jajarannya untuk cepat mengusut kasus tersebut. Pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara, melakukan penyelidikan, memeriksa saksi, mengumpulkan barang bukti, serta menginterogasi Novel.

Iriawan berjanji mengungkap kasus itu secepatnya, karena jika tidak bisa menjadi contoh buruk ke depan. "Tadi malam sempat saya interogasi di Rumah Sakit Mata (Jakarta Eye Center), Menteng. Ada beberapa hal yang mungkin akan saya dalami. Yang jelas, peristiwa ini harus kita ungkap. Harus kita ulas siapa pelakunya, karena akan jadi preseden kurang baik kepada penegak hukum secara keseluruhan," kata Iriawan.

Iriawan menginstruksikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rudy Heriyanto dan Kepala Kepolisian Resor Jakarta Utara Komisaris Besar Dwiyono melakukan evaluasi, dan menyampaikan perkembangan penanganan kasus.

"Untuk terus digali keterangan saksi, termasuk foto-foto, gambar-gambar yang telah dipunyai saya dan penyidik di sana. Segera ungkap, masyarakat menunggu. Jangan sampai blunder terlalu lama kita mengungkap ini," ujar Iriawan.

Kapolda meyakini ada aktor intelektual di balik dua pelaku penyerangan terhadap Novel. Novel tengah menangani kasus mega korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik alias e-KTP.

Kasus itu menyeret nama-nama pejabat negeri ini. "Mudah-mudahan secara cepat, kita bisa mengungkap siapa pelaku di balik ini. Tentu ada motif, ada pelaku di lapangan yang menyiram, tentu ada yang menyuruh. Tidak mungkin berdiri sendiri," kata Iriawan. (lil)

 

 Istri Tidak Mendampingi ke Singapura

 

Rina Emilda, istri Novel Baswedan tidak ikut mendampingi suaminya berobat ke Singapura. Menurut keterangan, Salimah, asisten rumah tangga Novel, Rina tidak mendampingi karena mengurus anaknya di rumah.

"Tidak ikut, anaknya masih kecil-kecil tidak ada yang mengurus," ujar Salimah seperti diberitakan Tribunnews, Rabu (12/4).

Salimah mengatakan Novel memiliki lima anak.  Anak tertuanya masih duduk di bangku kelas satu sekolah menengah pertama pada sebuah pondok pesantren. "Ibu tadi menjenguk bapak jam 09.00 WIB. Terus baru balik habis Zuhur," tambah Salimah.

Novel saat ini telah berada di Singapura untuk menjalankan perawatan. Sekitar pukul 09.30 WIB, Novel dibawa menggunakan ambulans dari RS Mata JEC menuju bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (lil)

 

Penglihatan Membaik 30 Persen

Penyidik senior KPK Novel Baswedan dirujuk ke rumah sakit di Singapura guna menjalani perawatan intensif pasca-dirawat di Rumah Sakit (RS) Jakarta Eye Center (JEC).

Dokter yang menangani pengobatan Novel, Johan A Hutahuruk menjelaskan bahwa kondisi mata Novel perlahan membaik. "Kalau angka kemarin itu penglihatan mata kanan hanya 10 persen, kiri 5 persen, tadi sudah hampir 30 persen. Meningkatnya tiga kali lipat," kata Johan di RS Mata JEC Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/4) seperti diberitakan Tribunnews.

Bertambah pulihnya mata Novel diharapkan Johan bisa membantu pengobatan Novel ketika di Singapura. Pihaknya mengaku sudah menghubungi otoritas rumah sakit setempat sebelum Novel tiba di sana.

"Padahal baru satu hari, ini juga ke Singapura mengakomodir dari keinginan keluarga. Sehingga kami dari dokter ikut mendukunglah, kami fasilitasi ya. Kami kontak dokter di sana supaya bisa diterima di sana dengan cepat," katanya.

Novel berangkat dari RS Mata JEC Menteng sekitar pukul 09.45 WIB. Sang istri, Rina Emilda, tak kuasa menahan kesedihannya untuk melepas sang suami yang menjalankan pengobatan di Singapura. Ia sesekali mengusapkan air matanya sambil melambaikan tangan ke suaminya. (lil)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)