Komunitas

Penyiar Harus Pede dan Berwawasan

Magang Dua | Senin, 10 April 2017 - 10:29:40 WIB | dibaca: 69 pembaca

Di tengah maraknya social media, ternyata broadcasting atau kepenyiaran masih saja digandrungi oleh anak muda. Adalah Yuli, dan beberapa orang temannya yang tergabung dalam komunitas radio STAR FM 107.7 Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto.

Memang, radio sebagai media elektronik yang hampir saja tak terdengar gaungnya. Karena anak muda kini beralih ke media sosial. Namun, ini tidaklah mutlak. Radio masih saja di hati pendengar setianya. Buktinya, bisnis ini masih berjalan dengan bertahannya stasiun-stasiun radio komersil maupun plat merah di kota Purwokerto.

Lalu, bagaimana dengan aktivitas kepenyiaran? Ya, komunitas ini masih setia dengan yang namanya radio, apalagi siaran. Karena mau tidak mau, untuk bisa berbicara di depan microphone kita harus bisa menyajikan tata bahasa yang sistematis namun tetap ringan. Intonasi dan mimik bibir juga harus jelas dan nadanya pas saat suara on air. Tidak lain agar suara kamu enak didengar dan pesan yang disampaikan sampai kepada mereka.

Sisi lain yang dipetik adalah tumbuhnya rasa percaya diri pada pribadi announcer. Kebanyakan, penyiar memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Karena ia memiliki wawasan yang luas. Ia dituntut untuk selalu serba tahu mengenai segala persoalaan. Entah itu tentang humanity, news dan lainnya. Dan yang tak kalah penting, tentunya sikap disiplin atau tepat waktu. Dan biasanya ini tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

Nah, inilah yang kini tengah dipelajari oleh pengurus dan anggota STAR FM. Mereka terus mengasah kemampuan mereka. Melalui serangkaian jadwal siaran, mereka belajar bagaimana teknis siaran. Sekaligus membangun jiwa-jiwa announcer yang dituntut sebagai panutan bagi audience-nya.

“Kami siaran tak sekadar senang. Kami selalu berusaha bersikap profesional. Sebagai gambaran dari dunia kerja di media elektronik yang senyatanya,” ujar General Manager Komunitas Radio STAR FM 107.7, Yuliati kepada SatelitPost, Kamis (6/4).

STAR FM adalah Keluarga

Belajar kepenyiaran tidak melulu soal teknis siaran dan sikap disiplin. Tetapi ada hal lain yang sifatnya juga esensial. Adalah bagaimana membangun sebuah kedekatan terhadap audience melalui sapaan hangat dan interaksi saat on air, apabila dilihat dari sisi eksternal. Namun dari sisi internal, STAR FM adalah tempat untuk menjalin rasa kekeluargaan.

“Melalui komunitas ini, rasa hangat kekeluargaan juga kami pupuk. Karena selain teamwork, kami juga keluarga. Kami belajar bersama, dan menjadi profesional bersama.” katanya.

Untuk itu, seringkali diadakan diskusi antar pengurus maupun anggota. Ini sebagai satu upaya untuk mendekatkan setiap individu. Juga sebagai wadah untuk berbagi ilmu. Paling tidak untuk terbuka satu sama lain dan terjalinlah kedekatan emosional.(ind)

 

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)