Purbalingga

Pengelola Desa Wisata Dilatih Water Rescue

Magang Dua | Kamis, 20 April 2017 - 10:20:39 WIB | dibaca: 57 pembaca

Sebanyak 30 perwakilan pelaku desa wisata berbasis air di Kabupaten Purbalingga mendapat pembekalan keterampilan Water Rescue di Curug Duwur, Bumisari, Bojongsari, Purbalingga, Rabu (19/4). ISTIMEWA

PURBALINGGA, SATELITPOST–Sebanyak 30 perwakilan pelaku desa wisata berbasis air di Kabupaten Purbalingga mendapat pembekalan keterampilan water rescue dari Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga. Pelatihan dipusatkan di Curug Duwur yang merupakan rintisan Desa Wisata Bumisari, Kecamatan Bojongsari, Rabu (19/4).

 

Kasi Usaha Industri Pariwisata pada Dinporapar, Suryani Kurniati mengatakan, di Kabupaten Purbalingga kini banyak bermunculan obyek wisata yang berhubungan dengan air seperti wisata alam curug dan susur sungai. Untuk itu sangat perlu dibekali dengan pengetahuan water rescue atau penanganan pertolongan pertama kecelakaan di dalam air  

 

“Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan tim penyelamat dari obyek wisata yang berhubungan dengan air. Harapannya, ketika terjadi kecelakaan mereka telah memiliki kemampuan penyelamatan sesuai dengan standar penyelamatan kecelakaan air,” ujarnya  di sela-sela pelatihan.

 

Pelatihan, kata dia  ditangani tim dari Purwokerto Rescue yang merupakan perwakilan dari Jakarta Rescue. Dalam pelatihan tersebut para peserta diberikan  bekal teori water rescue yang meliputi berbagai penanganan penyelamatan di air seperti saat terjadi bencana banjir dan penanganan pertolongan di obyek wisata air. Usai penyampaian materi teori dilanjutkan dengan simulasi dan praktek penanganan penyelamatan di air yang dilakukan di Curug Duwur.

 

Instruktur Purwokerto Rescue, Jabrik mengatakan, teknik pertolongan dan penyelamatan di air yang diberikan kepada para peserta meliputi  upaya pencarian dengan teknik sweeper swim yakni mencari korban dengan berenang bersama menyerupai rantai hidup untuk menyapu area yang dicurigai sebagai lokasi korban tenggelam. Sedangkan teknik penyelamatan lainnya dilakukan dengan teknik Jim Carry yakni teknik melumpuhkan dengan tangan atau kaki pada korban yang panik agar mudah ditolong. 

 

"Termasuk teknik senam rescue, Garry Piston, dan team carry. Kita praktikkan teori Jim Carry, model melempar, stick life dan RJP atau penanganan bantuan pernafasan. Termasuk teori tali temali dan kerja tim,” kata dia.

 

Dari latihan ini, Jabrik berharap semua pengelola wisata khususnya wisata air mampu melakukan pencegahan terhadap terjadinya kecelakaan dengan melakukan mitigasi, penyiapan papan peringatan dan pemenuhan peralatan keselamatan yang memadai.

 

Sementara, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa Bumisari, Nursaiwan mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinporapar. "Selain mendapatkan keterampilan water rescue, juga menjadi momentum mempromosikan potensi wisata Bumisari," katanya.

 

Dengan ilmu yang didapat, lanjut dia akan memberikan kenyamanan kepada pengunjung karena  pengelola sudah memiliki keterampilan melakukan pertolongan pertama, evakuasi dan manajemen keamanan lainnya.‎( rar)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)