Cilacap

Sarasehan Setia Menjaga NKRI

Pelajar Dibekali Anti Radikalisme

Magang Dua | Sabtu, 29 April 2017 - 10:59:38 WIB | dibaca: 305 pembaca

CILACAP, SATELITPOST-Sejumlah lembaga pendidikan di Cilacap terindikasi menjadi tempat penyebaran ajaran radikalisme. Penyebaran dilakukan kepada para pelajar dengan berbagai strategi.

 

 “Ada beberapa strategi yang dilakukan, dengan menyisipkan ketika sedang memberikan pelajaran. Tapi tidak semua mereka menjadi pengajar dalam bidang agama. Mungkin bidang lainnya, tetapi dia menyisipkan ketika mengajar,” kata Khazam Bisri, penangungjawab kegiatan Sarasehan Setia Menjaga NKRI yang digelar oleh Lakpesdam NU, PC IPNU, dan PC IPPNU Cilacap, Kamis (27/4) kemarin di Hotel Grand Liana. 

 

Selain melalui pelajaran, mereka yang menyebarkan ajaran radikalisme ini juga dilakukan dengan membuat kelompok belajar bersama. Akan tetapi yang diajarkan lebih pada soal-soal yang sebenarnya tidak perlu diberikan kepada pelajar.

 

“Kami, NU membaca di Cilacap ada semacam itu. Karena itu, berharap pemerintah daerah bisa melakukan langkah-langkah yang pasti untuk mengantisipasinya,” ujarnya.

 

Pihaknya mengaku mengetahui adanya ajaran-ajaran yang didapatkan pelajar, karena adanya laporan dai para pelajar sendiri, serta orang tua. Karena itu, dengan adanya sarasehan tersebut bisa membentengi para pelajar agar tidak mudah terpengaruh dengan ajaran radikalisme dan tidak sesuai dengan NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UU 1945.

 

Ada sebanyak 120 orang pelajar dan pengajar yang ikut dalam sarasehan tersebut. Terutama pengurus OSIS dan Rohis yang menjadi satu sasaran objek pendidikan radikalisme di sekolah.

Dalam sarasehan tersebut dihadirkan dua narasumber, Kepala Kementrian Agama Kabupaten Cilacap, Drs H Jamun MPdI, yang memberikan materi "Menangkal Radikalisme" melalui pendidikan agama dan keagamaan, serta akademisi Musa Ahmad, yang memberikan materi Fenomena Gerakan Radikalisme di kalangan pemuda.

 

Beberapa saat lalu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Warsono mengatakan bahwa memang mendengar adanya oknum yang memberikan pengajaran radikalisme di sekolah. Namun, belum ada data terkait yang jelas terkait dengan hal tersebut.

 

Warsono mengatakan dinas selalu melakukan pembinaan kepada tenaga pendidik, agar tidak memberikan ajaran yang kontra dengan NKRI. Apabila ada, maka pihaknya akan melakukan tindakan terhadap oknum tersebut.

 

“Apabia ada pendidik PNS yang melakukan hal tersebut, maka dinas akan menerapkan aturan disiplin kepada yang bersangkutan, bahkan akan menggandeng aparat untuk mengambil tindakan yang berlaku. Apabila tenaga honorer, maka akan langsung diberhentikan,” ujarnya. (ale)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)