Peristiwa

Satu Keluarga Diberondong Tembakan

Pecat Polisi Brutal

Magang Dua | Jumat, 21 April 2017 - 10:09:28 WIB | dibaca: 35 pembaca

JAKARTA, SATELITPOST-Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai oknum polisi penembak keluarga di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan melakukan penyalahgunaan wewenang atau abuse of power. Fadli pun meminta oknum tersebut ditindak.

"Saya kira itu polisi brutal, harus segera ditindak. Masa razia SIM sampai tembak-tembakan," kata Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/4), seperti diberitakan Tribunnews.com.

Politikus Gerindra itu mendesak polisi menghukum oknum tersebut. Fadli mengecam razia SIM diwarnai aksi main tembak.

"Memang peluru siapa itu. Polisi harus segera dipecat dan di hukum," katanya.

Senjata bisa digunakan polisi apabila orang yang berada di dalam mobil tersebut melakukan perlawanan.

"Kecuali yang bersangkutan ada perlawanan. Kalau menghindar enggak bolehlah gunakan senjata, itu ada aturan mainnya," kata Fadli.

Wakil Ketua DPR lainnya, Fahri Hamzah, juga mengecam peristiwa penembakan mobil itu. Ia mendesak oknum polisi pelaku penembakan langsung dipecat dan diseret ke pengadilan.

"Ngawur itu. Pecat langsung terlebih dahulu. Enggak boleh itu menggunakan peluru tajam kepada rakyat," kata Fahri.

Mengenai mobil korban yang tidak mau berhenti saat razia, Fahri mengatakan kepolisian memiliki alat kejar atau berkomunikasi melalui handy talky.

"Itu ada mobil warnanya itu, dia lari ke situ. Kau hadang di situ. Kan begitu. Masa pakai peluru? Ini kayak zaman kegelapan saja," kata Fahri.

Sebelumnya, Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga mengakui penembakan mobil Honda City BG 1488 ON yang berisi satu keluarga di daerah Curup, Lubuk Linggau, dilakukan polisi yang bertugas.

Hajat menjelaskan, peristiwa terjadi ketika mobil menerobos razia petugas hingga rambu rambu lalu lintas.

"Jadi anggota melakukan tembakan peringatan. Tapi kendaraan masih melaju. Hingga akhirnya petugas lakukan tembakan ke arah ban sampai stop," ujarnya, selasa (18/4).

Ia mengatakan, pengejaran memakan waktu sampai 1 Km. Bahkan pengendara sempat menerobos rambu rambu lalu lintas (lampu merah).

Rombongan yang terdiri dari seorang ibu, anak-anak, dan cucu-cucu dengan total tujuh orang ini ditembaki saat melintas di Kota Lubuklinggau.

Akibat peristiwa ini, satu orang, yaitu Surini (55), meninggal dunia karena luka tembakan di beberapa bagian tubuhnya. (gus)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)