Banyumas

Gegerkan Purwokerto Pelaku Mengaku Siap Mengembalikan

Oknum Toko Online Diduga Gelapkan Rp 21 Juta

Magang Dua | Senin, 05 Desember 2016 - 11:47:30 WIB | dibaca: 22401 pembaca

PURWOKERTO, SATELITPOST-Oknum toko online diduga menggelapkan uang konsumen mencapai Rp 21 juta. Namun, belakangan oknum berinisial AD itu mengaku siap mengembalikannya.

 

Dugaan penggelapan ini ramai jadi bahan perbincangan warga Purwokerto di dunia maya. Masalah dugaan penggelapan ini muncul setelah toko online Soedirman Project yang tak kunjung mengirim pesanan para konsumennya. 

 

Dari informasi yang dihimpun SatelitPost, toko online Soedirman Project menjual melalui website soedirmanproject.com, Instagram, dan akun Line. Toko online ini berhasil menjual 500 jaket non formal edisi khusus bertuliskan Universitas Jenderal Soedirman dengan harga Rp 150.000. Namun, hingga saat ini, dari waktu yang dijanjikan, konsumen belum juga mendapatkan pesanan mereka.

 

Puluhan komplain mewarnai lini masa Line area Purwokerto. Satu di antaranya dari Gabriela Regina. Dia mengaku sangat kesal kepada oknum di Soedirman Project yang menggunakan uang tersebut. "Sumpah aku dimarah-marahin. Dibilang cewek gila gara-gara minta kuitansi" katanya.

 

Begitu pula dengan Akbar Kabul, melalui akun pribadinya. Dia berkomentar ingin bertemu dengan orang yang menggunakan uang pemesanan. "Nyari orangnya ajalah, minta pertanggungjawaban" kata dia.

 

Akun komedi instagram Unsoed Nakal bahkan memublikasikan gambar satir, atau viral bertuliskan 'Banyak Sih Duitnya. Tapi Duit Orang'. Dalam gambar tersebut oknum yang diduga menggelapkan duit konsumen sedang menyetir mobil. Gambar tersebut juga tersebar ulang oleh sejumlah pengguna sosial media Line. Sehingga mendapat banyak respon dari para pengguna sosial media.

 

Reno Adi Panglima, seorang pengelola Soedirman Project membenarkan apa yang dikomplain para konsumen di sosial media. "Kita dikomplain terus menerus oleh konsumen. Mereka juga tahu uangnya dipakai oleh salah satu founder Soedirman Project," kata dia (4/12).

 

Hingga kemudian Reno memublikasikan pengumuman di sosial media miliknya terkait status barang dan kondisi yang sebenarnya. Menurutnya, agar konsumen mendapat informasi status keberadaan barang yang mereka beli.

 

Ia mengatakan awal kekacauan bermula dari salah satu pendiri toko online Soedirman Project berinisial AD yang menggunakan uang tanpa konfirmasi. "Konveksi datang ke kami. Ternyata bukan kirim barang, malah meminta uang yang belum dibayarkan. Dari situlah kami tahu," kata dia.

 

Di tengah komplain yang menjadi viral di dunia maya, sebagian pengelola toko online Soedirman Project kemudian iuran untuk melunasi ke konveksi. "Setelah uang terkumpulkan. Ternyata pihak konveksi sudah menjual barang ke pengepul," kata Reno.  Pihak konveksi menjual ke pengepul karena merasa sudah dirugikan dan tak ada jaminan kapan pembayaran dilakukan.

 

Agar pembeli tetap mendapatkan barang pesanannya, Reno dan teman-temannya harus mengeluarkan uang lebih. Sebab, kata dia, mereka tidak lagi membeli ke konveksi tapi ke pengepul yang harga lebih mahal. "Jaket saat ini dalam kondisi baik, dipegang oleh kami," kata Reno.

 

Reno berharap AD segera mengganti uang yang mereka keluarkan menebus ke pengepul, agar kemudian bisa diberikan ke konsumen. "Kalau yang dipakai AD awalnya itu Rp 21 juta. Sekarang yang harus diganti dia Rp 41 juta karena kita membeli dari pengepul. Bukan konveksi," kata dia

 

Menanggapi harapan Reno, AD melalui akun Soedirman Project menyatakan bersedia mengganti dan meminta maaf kepada para konsumen. AD mengaku menggunakan uang tanpa sepengetahuan dikarenakan persoalan keluarga. "Walaupun tidak dapat dibenarkan adanya keluarga adalah alasan saya menggunakan sebagian uang tersebut," katanya.

 

Ia menyatakan tidak akan lari dari persoalan jual beli yang belum tertuntaskan ini. "Tidak ada niatan untuk melakukan penipuan kepada siapapun," katanya.

 

Ia berjanji akan mengganti uang Reno dan teman-temannya yang digunakan untuk menebus ke pengepul. Sehingga, menurutnya setelah diganti, jaket pesanan konsumen dapat dibagikan. (cr-6)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)