Bola

Penguasaan Bola Rendah, Tahan Manchester City 0-0

Mou Kecewa dengan Gelandang MU

Magang Dua | Sabtu, 29 April 2017 - 10:33:30 WIB | dibaca: 154 pembaca

SERGIO Aguero (kanan) kecewa gagal membobol gawang Manchester United, Jumat (28/4).

MANCHESTER, SATELITPOST-Pelatih Manchester United (MU) Jose Mourinho kecewa dengan performa para gelandangnya. Tak ada inisiatif lebih dari gelandang MU untuk mengendalikan permainan kala melawan Manchester City, Jumat (28/4).

Namun untungnya MU tak kalah dalam laga itu. Derby Manchester berakhir imbang 0-0. Di partai itu, menurut metro.co.uk, MU memiliki penguasaan bola hanya 31 persen. Persentase tersebut adalah terendah bagi MU selama berkiprah di Liga Primer Inggris.

"Kami sebenarnya ingin lebih menyerang dan memaksimalkan kesempatan serangan balik. Di babak pertama kami cukup bagus tapi babak kedua kesulitan," kata Mou di situs metro.co.uk.

Namun, di laga itu, memang MU tidak bisa memainkan gelandang dengan tipikal bisa mengendalikan permainan. Paul Pogba dan Juan Mata yang biasanya dominan sebagai gelandang yang bisa mengendalikan permainan, absen. Keduanya tak bisa bermain karena cedera.

MU pun memainkan Michael Carrick yang cenderung bertahan. Peran Paul Pogba digantikan Marouane Fellaini. Hanya saja, Fellaini malah dapat kartu merah menit 84 setelah melanggar Sergio Aguero. MU pun tak memasang penyerang murni di tengah, sebab Mou memasang Henrikh Mkhitaryan sebagai penyerang tengah setelah Zlatan Ibrahimovic cedera.

Dengan permainan yang cenderung bertahan, MU pun jadi bulan-bulanan City. Dikutip BBC, Anak asuh Pep Guardiola tersebut mampu membuat 19 tembakan ke arah gawang MU dengan enam di antaranya menjadi peluang emas. Sementara, MU hanya memiliki 3 tembakan ke arah gawang City dan satu yang jadi peluang emas

Dilihat dari statistik sampai pekan ini, City adalah tim yang paling sering bisa mengancam gawang MU. Jika di laga Jumat (28/4), City mengancam gawang MU 19 kali, maka pada laga sebelumnya ketika main di Old Trafford, City mengancam gawang MU 18 kali. Hingga saat ini, tak ada tim lain di Liga Primer Inggris yang mampu mengancam gawang MU sebanyak yang dilakukan City. Bahkan, dengan permainan bertahan itu, penyerang City, Sergio Aguero mampu mengancam gawang MU sebanyak 9 kali.

Seusai laga, pelatih City, Pep Guardiola memberi sanjungan pada gelandang bertahan MU Michael Carrick. "Dia adalah satu di antara gelandang bertahan terbaik di dunia sejauh ini. Dia sejajar dengan Sergio Busquets dan Xabi Alonso," puji Pep pada Carrick di BBC.

Menurut Pep, kegagalan timnya mendapatkan kemenangan satu di antaranya karena permainan Carrick yang mampu menjadi penghalau pertama serangan City. Selain Carrick, Pep juga memberi pujian pada penyerang sayap MU Marcus Rashford. Pemain muda itu mampu memberi warna berbeda dengan pergerakannya di laga itu.

Hasil seri tersebut membuat City dan MU tertahan di posisi semula. City masih di posisi empat klasemen sementara dengan 65 poin dari 33 pertandingan. Sementara MU ada di posisi lima klasemen sementara dengan 64 poin dari 33 laga. (kholil_rokhman@yahoo.com)

Rp 2,9 Triliun Tanpa Trofi

Untuk pertama kalinya dalam sejarah kepelatihan Pep, dia tak dapat trofi dalam satu musim. Sebab, musim ini, sekalipun belum selesai, Manchester City dipastikan tanpa gelar.

Padahal, saat membesut Bayern Munchen dan Barcelona, Pep selalu dapat trofi setiap musimnya. "Iya ini adalah pertama kali dalam satu musim saya tak dapat trofi. Ya memang kadang seperti itu," katanya di BBC.

Pep juga mengatakan, bisa saja dalam satu musim sebuah klub tak mendapatkan gelar. Menurunya, tak sedikit tim di Eropa yang tak mendapatkan trofi dalam satu musim.

Awal musim ini, City padahal mengeluarkan banyak uang untuk mendatangkan personel baru. Tercatat, City adalah klub yang paling boros di awal musim karena mengeluarkan uang sampai 175 juta pound untuk mendapatkan pemain baru. Jika dirupiahkan uang itu setara dengan 2,9 triliun rupiah.

Beberapa pemain yang didatangkan City awal musim ini di antaranya adalah Leroy Sane, John Stones, Gabriel Jesus, Claudio Bravo, Nolito, Ilkay Gundogan.

Banyaknya uang yang dikeluarkan dan tak dapat gelar membuat pelatih Chelsea Antonio Conte mengeluarkan sindirannya. Conte mengatakan, banyaknya uang yang dikeluarkan tak akan menjamin sebuah tim mendapatkan trofi.

Namun, atas sindiran Conte, Pep pun menimpali. "Saya sepakat dengan pernyataan Conte. Tapi dia juga harus ingat bahwa semua pemain City adalah pemain yang dibeli mahal," kata Pep. (lil)

Tak Kalah di 24 Laga Beruntun

Manchester United (MU) memang tak masuk dalam empat besar klasemen sementara Liga Primer Inggris, tapi performa mereka tetap menakjubkan. Sampai kini mereka belum terkalahkan dalam 24 pertandingan secara beruntun di Liga Primer Inggris.

Terbaru, MU bermain seri melawan tetangganya, Manchester City 0-0.

Terakhir kali MU kalah di ajang Liga Primer Inggris adalah pada 23 Oktober 2016. Saat itu MU kalah 0-4 dari Chelsea. Namun, selepas kekalahan memalukan itu, MU tak pernah lagi kalah.

Pencapaian MU yang tak terkalahkan dalam 24 laga mengulangi prestasi mereka sendiri. Pada musim 2010-2011, MU juga tak terkalahkan dalam 24 laga secara beruntun.

MU bersama Tottenham Hotspur menjadi tim yang paling sedikit menderita kekalahan di Liga Primer Inggris. MU bersama Tottenham Hotspur baru kalah tiga kali. Bandingkan dengan Chelsea yang memuncaki klasemen sementara, yang sudah kalah lima kali.

Hanya saja, MU memang tak selalu mendapatkan kemenangan dalam 24 laga terakhir. Beberapa laga diselesaikan MU dengan hasil seri. Bahkan, MU adalah tim yang paling banyak menorehkan hasil seri di antara tim lain di Liga Primer Inggris. MU mendapatkan hasil seri sampai 13 kali. (lil)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)