Politik

Miryam Mangkir Lagi dari Panggilan KPK

Magang Dua | Kamis, 20 April 2017 - 10:40:30 WIB | dibaca: 89 pembaca

MIRYAM S HARIYANI. FOTONET

JAKARTA, SATELITPOST-Tersangka kasus KTP elektronik (e-KTP), Miryam S Hariyani, anggota DPR dari Fraksi Partai Hanura, Selasa (18/4), kembali mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Miryam mengaku sakit sehingga harus menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Pondok Indah, Jakarta.

 

"Klien saya tidak bisa hadir. Menurut surat keterangan dokter, sejak semalam dia dirawat di RS Pondok Indah," ujar Aga Khan, penasihat hukum Miryam, dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (19/4).

 

Ditanya soal kondisi Miryam, Aga Khan menjawab tidak tahu karena belum menjenguk kliennya. Ia mengaku hanya menerima surat dari staf Miryam yang menyatakan tersangka sedang dirawat di RS Pondok Indah. "Saya belum bertemu dia (Miryam), sehingga belum tahu keadaannya. Tadi saya dapat surat di kantor dari stafnya. Selama ini saya hanya komunikasi dengan ajudannya. Dia hanya istirahat saja, kelelahan karena Paskah kemarin," kata Aga Khan.

 

Ditanya soal mengapa pada panggilan pertama sebagai tersangka pada Rabu, 13 April 2017, Miryam tidak hadir, Aga Khan menjelaskan saat itu Miryam meminta izin karena ada kegiatan perjamuan Paskah. "Panggilan pertama minggu lalu itu, dia bukan sakit. Tapi izin mau ada perjamuan Paskah dan mendapat izin KPK," kata Aga Khan.

 

Miryam merupakan tersangka keempat di kasus megakorupsi e-KTP setelah Irman (mantan Dirjen Dukcapil, Kemendagri), Sugiharto (mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, Ditjen Dukcapil) dan Andi Agustinus (pengusaha rekanan Kemendagri).

 

Dalam surat dakwaan terdakwa Irman dan Sugiharto, Miryam banyak disebut karena telah menerima sejumlah uang terkait dengan e-KTP yang menyerap anggaran sebesar Rp 5,8 triliun. Ketika dihadirkan sebagai saksi di persidangan kasus terdakwa Irman dan Sugiharto, Miryam mencabut seluruh keterangan di berita acara pemeriksaan (BAP), alasannya merasa tertekan dalam proses penyidikan di KPK.(gan)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)