Opini & Budaya

Menuju Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)

Magang Dua | Senin, 28 Maret 2016 - 11:12:05 WIB | dibaca: 986 pembaca

DOC

Oleh : Fauzan A Mahanani S Pd, Penulis adalah Pemerhati IT, Guru SMKN 1 Bawang, dan Proktor UNBK Kabupaten  Banjarnegara.

 

Manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam perkembangan kehidupan sehari-hari memang sangat banyak. Terutama untuk bisnis, industri, hiburan, dan berbagai usaha di bidang lainnya.

Saat ini TIK juga memiliki peran yang sangat vital dalam bidang pendidikan. Pendatataan pendidikan melalui Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) merupakan satu di antaranya. Dengan menggunakan Dapodik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki alat ukur dalam pencapaian target program. Data Dapodik akan mempermudah perencanaan, monitoring, dan evaluasi dalam peningkatan mutu pendidikan yang merata dan tepat sasaran.

Pemanfaatan TIK dalam dunia pendidikan tidak sebatas pendataan, tetapi juga sudah merambah pada sistem evaluasi bidang pendidikan seperti Uji Kompetensi Guru yang disingkat UKG dan Ujian Nasional Berbasis Komputer yang disingkat UNBK. UKG adalah sebuah kegiatan ujian untuk mengukur kompetensi dasar tentang bidang studi (subject matter) dan pedagogik dalam domain content guru. Baik UKG maupun UNBK dilaksanakan secara serentak dan nasional seluruh Indonesia dengan meanfaatkan jaringan internet sebagai sarana penghubung komputer tempat pelaksana ujian dengan server di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ujian Nasional atau UN Merupakan amanah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. UN bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu secara nasional dengan mengacu pada standar kompetensi kelulusan (SKL). UN sudah bukan lagi penentu kelulusan siswa tetapi sebagai media pemetaan mutu pendidikan secara nasional.

Sistim UN sebelumnya dikenal dengan ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang sampai saat ini masih diterapkan. Sekolah yang belum siap sarana dan  prasarananya untuk melaksanakan UNBK masih menggunakan ujian nasional berbasis kertas. UN Tahun 2016 secara umum diikuti oleh lebih dari 7 juta siswa SLTP sampai SLTA seluruh Indonesia.

UNBK sebelumnya disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujian dalam pelaksanaannya. UNBK berbeda dengan sistim ujian nasional PBT yang selama ini sudah berjalan. Perbedaan mendasar pada kedua sistim ujian nasional tersebut adalah pada penggunaan kertas. Pada UN PBT akan menggunakan berjuta-juta eksemplar naskah yang akan didistribusikan ke semua sekolah penyelengara, sedangkan UNB sangat minimal dalam penggunaan kertas.

UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasilnya cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK. Selanjutnya secara bertahap pada tahun 2015 dilaksanakan rintisan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 555 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 378 SMK di 29 Provinsi serta sekolah luar negeri.

UNBK merupakan solusi atas permasalahan isu kebocoran soal yang selama ini terjadi pada penyelengaraan UN berbasis kertas. TIK UNBK membuktikan mampu mempersingkat alur distribusi soal yang panjang dan butuh waktu lama seperti pada pelaksanaan ujian PBT. Sehingga kerawanan terjadinya kebocoran soal mampu diminimalisasi.

Penyelenggaraan UNBK menggunakan sistim semi-online. Yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline.

Sekolah penyelengara UNBK mendapatkan paket soal UNBK langsung dari server pusat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang disinkronisasi dengan server sekolah pada H-1 menjelang UN, dan sekolah penyelengara UNBK baru bisa mendistribusikan soal ke komputer peserta di ruang penyelengaran ujian pada hari pelaksanaan UNBK karena dikunci dengan TOKEN yang baru didapatkan pada jam penyelengaraan UNBK secara online. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal di sekolah ke server pusat secara online dengan cara upload sehingga mempercepat pengiriman hasil UNBK dibandingkan UN PBT yang berbasis kertas.

Pada tahun 2015 Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Banjarnegara sukses menyelengarakan UNBK di empat sekolah yaitu SMKN 1 Bawang, SMKN 2 Bawang, SMK HKTI 1 Purwareja Klampok, dan SMK HKTI 2 Purwareja Klampok.

Dari hasil penyelenggaran UN lima tahun terakhir termasuk penyelenggara UNBK di Banjarnegara kita patut bangga. Karena SMKN 1 Bawang dan SMKN 2 Bawang  ditetapkan sebagai sekolah dengan Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) terbaik secara nasional. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Presiden Jokowi kepada kedua sekolah tersebut di Istana Negara Jakarta pada tanggal 21 Desember 2015. Jumlah sekolah yang mendapatkan penghargaan serupa adalah 503 sekolah, terdiri dari SMP, SMA, dan SMK.

Dalam rangka meningkatkan kualitas UNBK Tahun 2016, Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) sebagai penanggung jawab UNBK dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melibatkan perguruan tinggi negeri (PTN). PTN yang terlibat dalam UNBK adalah ITB, ITS, UI, UGM, dan UNBRAW. Puspendik melibatkan langsung PTN dalam penyelengaraan UNBK karena PTN akan memanfaatkan nilai UN sebagai bahan pertimbangan lulusan SLTA untuk masuk ke jenjang perguruan tinggi. Di tahun mendatang PTN yang dilibatkan dalam UNBK akan lebih banyak, sehingga dimungkinkan penerimaan mahasiswa baru dapat langsung menggunakan nilai dari hasil UNBK.

Tahun 2016 penyelengara UNBK meningkat secara nasional karena dinilai penyelengaraannya lebih jujur adil dan efisien baik secara penyelengaraan maupun secara pendanaan. Di tahun 2015 hanya diikuti oleh 555 sekolah, pada tahun 2016 meningkat menjadi 1018 SMP/MTs, 1309 SMA/MA, dan 2102 SMK seluruh Indonesia.

Penyelengara UNBK di Banjarnegara juga meningkat. Sebelumnya diikuti oleh empat  sekolah, tahun 2016 ini diikuti oleh sembilan sekolah yaitu  SMKN 1 Bawang, SMKN 2 Bawang, SMKN 1 Punggelan, SMK HKTI 1 Purwareja Klampok, SMK HKTI 2 Purwareja Klampok, SMK Panca Bhakti, SMK Cokroaminoto, SMK Tamansiswa, dan SMAN 1 Banjarnegara.

Upaya persiapan UNBK sudah dilakukan oleh sekolah-sekolah penyelengara sejak bulan November 2015. Persiapan tidak hanya secara sarana dan prasarana tetapi juga penyiapan secara teknis dan mental siswa. Sosialisasi kepada siswa telah dilakukan pada simulasi dalam dua tahap yang telah berjalan dengan sukses. Simulasi tahap pertama dilakukan pada Desember 2015 dan simulasi kedua dilakukan pada Februari 2016.

Dari hasil observasi tidak ditemukan kesulitan dan kendala teknis yang berarti oleh siswa dan sekolah penyelengara. Siswa justru lebih senang dan dapat lebih konsentrasi dalam mengerjakan soal karena tidak disibukkan dengan menghitamkan lembar jawab seperti yang dilakukan dalam ujian nasional berbasis kertas. Waktu yang seharusnya digunakan untuk menghitamkan lembar jawab dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk mengerjakan soal. Jadi kekhawatiran siswa akan kesulitan secara teknis dalam mengikti UNBK dapat diminimalisir.

Mari kita sukseskan penyelenggaraan ujian nasional baik yang berbasis kertas, maupun yang berbasis komputer pada tanggal 4-6 April 2016 untuk jenjang UN SMA/SMK/MA, dan 25-28 April 2016 untuk jenjang SMP/MTs. Sehingga target pencapaian bidang pendidikan di Banjarnegara dapat terukur dengan baik.(*)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)