Banyumas

Hilang Sebulan, Ditemukan di Malang

Mahasiswa IAIN Korban Sindikat Trafficking

Magang Satu | Kamis, 07 April 2016 - 10:54:28 WIB | dibaca: 41220 pembaca

PURWOKERTO, SATELITPOST- Radiatni Purwanti (26) warga Gang Duku Kober RT 05 RW 01, Purwokerto Barat yang sebelumnya raib selama satu bulan lebih kini telah diketahui keberadaannya. Mahasiswi akhir IAIN ini ternyata menjadi korban penipuan sindikat trafficking berkedok agen tenaga kerja di Surabaya.

"Anti sekarang berada di Malang, saya sudah ketemu dia," kata sang Ayah, Purwanto (56) yang baru saja tiba di rumahnya setelah menemui putrinya di Malang, Rabu (6/4).

Meski terlihat masih letih, bapak lima anak ini sangat antusias menceritakan perjalanan putri ketiganya tersebut hingga terdampar di Kota Malang. Berdasarkan cerita Anti, berawal dari internet ia berkenalan dengan seorang perempuan yang mengaku dari agen tenaga kerja. Kepada Anti, perempuan tersebut menawarkan pekerjaan di Rumah Sakit Cipta Utama, Surabaya. Namun agar bisa mendapat pekerjaan itu, calon pegawai harus mengikuti diklat terlebih dahulu.

Anti yang memang tengah mencari kerja menyambut antusias tawaran yang diberikan. Selanjutnya perempuan tersebut mengajak Anti ketemuan di Bundaran RSUD Margono Soekarjo Purwokerto. Ia kemudian memberikan alamat tempat di mana Anti harus mengikuti diklat selama 12 hari.

"Alamatnya CV Mitra Persada Sejati di Jalan Taman Gayung, Kebonsari Nomor 17-19 Surabaya. Putri saya selanjutnya pamit mau diklat itu, dia berangkat menggunakan bus Sumber Kencana," kata Purwanto.

Menurut Anti, setelah sampai di Surabaya, ia mengaku sempat mendapatkan training yang tidak jelas bersama empat perempuan lainnya yang disebut Anti berasal dari Ponorogo, Madura, Sidoarjo, dan Kutoarjo.

"Awal datang katanya mereka disuruh berdiri jejer sambil diamati bentuk tubuhnya. Training-nya juga ga jelas dan kerap dibentak-bentak. Bahkan selama di sana, makanan mereka merupakan sisa orang orang CV itu," kata Purwanto menirukan cerita Anti.

Anti pun mulai curiga CV tersebut bukanlah agen tenaga kerja, tapi agen perdagangan manusia. Pasalnya janji bekerja di Rumah sakit tidak ia dapati. Justru agen tersebut berniat mengirim Anti dan temannya ke daerah Pulo Gadung, Jakarta. Mereka sempat diberi ancer-ancer alamat yang harus dituju. Bersama empat temanya akhirnya berembuk. Mereka memutuskan kabur ke Malang.

"Mereka ditolong oleh pemilik kos-kosan bernama Joko Kurniawan. Akhirnya keempat temannya bisa pulang ke rumah masing-masing sedangkan Anti memilih bekerja di konveksi milik Pak Wawan tersebut," ujar Purwanto.  

Kepada wartawan, Purwanto mengucapkan banyak terima kasih. Pasalnya dengan berita tersebut ia akhirnya bisa menemukan kembali putrinya. "Setelah berita keluar, banyak teman anak saya  yang mengirim SMS ke Anti. Ia pun menunjukkan SMS tersebut ke Pak Wawan. Beliau kaget karena tidak tahu kejadian awalnya. Pak Wawan langsung menghubungi saya dan memberitahukan keadaan Anti yang baik-baik saja di sana. Dia juga memberikan alamatnya agar saya bisa jemput Anti," katanya.

Karena sudah seperti keluarga sendiri, Anti pun kerasan tinggal di sana. Saat ayahnya menjenguk dia belum ingin pulang. Tapi ia berjanji Sabtu depan Ia akan pulang dan kembali menyelesaikan skripsinya yang sudah tertunda. (rar)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)