Internasional

Macron Unggul Dalam Survei Terbaru

Magang Dua | Sabtu, 29 April 2017 - 10:42:17 WIB | dibaca: 32 pembaca

Kandidat presiden Perancis putaran kedua pada 7 Mei 2017 akan diikuti Marine Le Pen (kiri) dan Emmanuel Macron (kanan)./FOTONET

PARIS, SATELITPOST - Calon Presiden Prancis Emmanuel Macron unggul dalam survei untuk memenangi kursi Presiden dalam pemilihan putaran II yang akan digelar 7 Mei mendatang.

Berdasarkan hasil survei terakhir yang dilakukan Harris Interactive, yang dirilis Kamis (27/4), terlihat Macron berada di puncak. Dia memimpin raihan suara dengan 61 persen, unggul signifikan dari saingannya, Marine Le Pen yang meraih 39 persen.

Seperti dikutip dari Kompas.com, hasil yang diperoleh dalam survei ini selaras dengan sejumlah survei lainnya. Survei-survei tersebut secara konsisten menunjukkan hasil bahwa politisi berusia 39 tahun tersebut selalu mendapatkan suara sekitar 60 persen.

Kendati demikian, tren pasti yang jelas terlihat dalam survei ini adalah Le Pen berhasil meningkatkan sedikit perolehan suaranya dari rentang 35-36 persen, hingga mendekati 40 persen.

Setelah lolos ke putaran dua, Macron mendapat sejumlah kritikan yang menilainya terlalu berpuas diri, dan sudah merasa telah terpilih sebagai Presiden Prancis. Kritikan dimulai dari perayaan kemenangan di putaran pertama yang dinilai terlalu berlebihan. Dia dinilai tidak fokus untuk mengalahkan Le Pen, yang mewakili ideologi kanan-jauh yang anti imigran dan anti Islam.

Mantan mentor politiknya yang juga Presiden Prancis Francois Hollande secara implisit menyentil Macron. “Kita harus benar-benar serius dan termobolisasi, saya rasa pilpres belum berakhir dan kita harus terus bertarung untuk setiap suara,” ujar Hollande.

Sementara, Le Pen memanfaatkan momentum ini untuk terus menyerang mantan Menteri Ekonomi itu. “Rakyat Perancis dapat melihat bahwa dia berpikir dia sudah memenangkan kontes ini, ini sikap yang tidak respek terhadap pemilih dan demokrasi,” ujar Le Pen.

Namun, Macron membantah anggapan itu dan menegaskan kemenangan belum diraih. Macron, politisi beraliran centris tetap menjadi favorit kuat untuk menang. Hal ini didukung oleh faktor bahwa lawannya adalah seorang “ekstremis” yang akan kesulitan untuk meraih dukungan dari pemilih mainstream beraliran sosialis dan konservatif.

Tetapi, sejumlah pengamat politik menilai masih tingginya jumlah pemilih yang belum menentukan pilihan. Lalu, ada kemungkinan banyak pemilih yang sebelumnya memilih tidak menggunakan hak suara, bakal berpotensi menghadirkan kejutan berupa kemenangan Le Pen. Kemenangan di bawah 55 persen dinilai berpotensi akan menggoyahkan legitimasi Macron, walaupun dia terpilih menjadi Presiden.(gan)

 

 

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)