Purbalingga

Paving Ramah Lingkungan Lolos Krenova Jateng

Lestari Bumi Butuh Alat Angkut

Magang Dua | Sabtu, 29 April 2017 - 10:35:18 WIB | dibaca: 101 pembaca

PURBALINGGA, SATELITPOST – Kelompok Lestari Bumi  Desa Jetis, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga berhasil masuk dalam 40 besar Lomba Kreativitas dan Inovasi masyarakat (Krenova) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017. Dengan pemanfaatan sampah plastik menjadi paving blok, kelompok ini akan bertanding dengan ‎168 peserta dari seluruh kabupaten yang ada di Jawa Tengah.

 

Kasubid Litbang Bapelitbangda Kabupaten Purbalingga Rida Kusumawati mengatakan, seleksi peserta akan dilakukan tanggal 15 – 19 Mei 2017 mendatang.   Tim Penilai akan melakukan Wawancara, Presentasi, dan Verifikasi lapangan untuk menentukan 10 pemenang utama dan 5 juara harapan, serta hasilnya akan ditetapkan pada 16 Juni 2017 untuk pemberian penghargaan kepada para pemenang.

 

“Dari Purbalingga mengusulkan lima kelompok, namun yang masuk hanya ‘Lestari Bumi,” kata Rida Kusumawati, Jumat (28/4).

 

Rida mengatakan, lomba krenova merupakan ajang untuk menggali kreasi dan inovasi di masyarakat agar bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Lomba ini tercatat sudah digelar selama 10 kali di tiap-tiap tahun.

 

"Untuk para pemenang, pemerintah akan memberikan fasilitasi di antaranya layanan inkubasi,  pengembangan teknologi, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), penyertaan pameran dan diseminasi, serta fasilitasi program ke pusat,” katanya.

 

Untuk mendukung perwakilan Purbalingga dalam ajang ini, lanjut Rida, masyarakat Purbalingga bisa memberikan ‎Voting melalui tautan http://krenova.bappeda.jatengprov.go.id/voting/produk-detail/paving-block-berantas-sampahnya-manfaatkan-limbahnya.

 

Koordinator Kelompok Lestari Bumi desa Jetis, Dian Sulistiono mengatakan, pihaknya berharap dukungan dari Pemerintah Daerah dan warga masyarakat agar kiprahnya  di Lomba Krenova tahun ini dapat berjalan lancar dan berhasil mengharumkan nama kabupaten Purbalingga.

 

"Eksistensi dan kepedulian dalam pengelolaan sampah di wilayah kabupaten Purbalingga, khususnya sampah plastik sebagai bahan baku pembuatan paving blok di desa Jetis semoga juga dapat terus diberdayakan," katanya.

 

‎Selama ini, lanjut Dian, kelompoknya terkendala dalam alat transportasi untuk pengumpulan sampah. Karena kurangnya dukungan, terpaksa mereka rela menyewa becak, angkot, dan mobil dengan biaya sendiri.

 

"Padahal selama ini Bank-bank sampah yang ada di kabupaten Purbalingga kita angkut sampahnya juga, dengan cara kita beli sampahnya alias tidak gratis, “ katanya.  (rar)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)