Purbalingga

Korban Warga yang Ramah

Magang Dua | Kamis, 12 Januari 2017 - 15:11:49 WIB | dibaca: 173 pembaca

 

 

Dua korban pembunuhan sadis di RT 02 RW 01 Kelurahan Kalikabong, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga Hanani Sulma Mardiyah (24) dan Eti Sularti (65) dikenal sebagai pribadi yang ramah. Keduanya pun bersosialisasi baik dengan masyarakat sekitar. Maka tak heran banyak tetangga korban yang masih menyimpan tanda tanya besar atas kejadian nahas tersebut.

 

"Sepengetahuan saya keluarga korban tidak pernah bermasalah. Mereka bersosialisai baik kepada tetangga sekitar," kata ‎Ketua RT 02 RW 01 Kelurahan Kalikabong, S. Budiono.

 

Kepada SatelitPost dia mengatakan, kesehariannya, rumah korban dihuni oleh lima anggota keluarga. Hanya saja jika pagi hingga siang cuma ada dua orang yang tinggal di rumah tersebut yakni sang nenek dan cucunya yang belum lama diwisuda. "Sementara yang lainnya pergi bekerja, kedua orangtua Hana bekerja menjadi guru SD di Kalikabong dan Karangreja," kata dia.

 

Lebih lanjut dia mengatakan, tidak tahu dan tidak menyangka kejadian tragis tersebut menimpa warganya. Pasalnya sebelumnya, tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan terjadi di rumah korban.

Dia sendiri baru mengetahui kejadian tersebut setelah tetangganya dengan tergopoh-gopoh mendatagi rumahnya. "Tetangga tadi lari ke rumah saya dan memberitahukan kalau dengar suara tangisan di rumah korban. Setelah saya datangi ternyata itu tangisan orangtua Hana (Jumari dan istrinya) yang mendapati anak serta neneknya sudah berlumuran darah." katanya.

 

Dari pantauan SatelitPost di lokasi kejadian, hingga petang masih banyak masyarakat yang berbondong-bondong melihat rumah yang menjadi tempat kejadian perkara tersebut. Otomatis, gang sempit di permukiman padat peduduk tersebut dipenuhi warga yang berlalu lalang.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Purbalingga AKP Djunaedi mengatakan, lima belas menit paska mendapat laporan, pihaknya sudah berada di rumah korban. Anggotanya segera melakukan olah tempat  kejadian perkara serta membawa dua jenazah korban untuk dilakukan autopsi.

 

"Hasil olah TKP sementara tidak ditemukan tanda-tanda pencurian dan pengerusakan di sekitar lokasi. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," kata dia melalui sambungan telepon.

 

Pihaknya, kata Djunaedi, sudah membentuk empat tim yang dipimpin dirinya dan dikoordinir langsung oleh Kapolres Purbalingga. "Tim akan bekerja keras agar kasus ini cepat terungkap," kata dia. (triono yulianto)

 

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)