Politik

Kebebasan Pers Butuh Keberpihakan Negara

Magang Dua | Jumat, 28 April 2017 - 10:10:56 WIB | dibaca: 30 pembaca

KEBEBASAN pers Indonesia dianggap lebih baik saat ini, meningkat 6 peringkat ketimbang tahun 2016. Sedangkan dari nilai global menurun 1,79 dibandingkan tahun 2016.

 

"Presiden Joko Widodo belum menepati janjinya. Kepresidenannya terus ditandai dengan pelanggaran kebebasan media yang serius, termasuk kurangnya akses media ke Papua Barat (bagian Indonesia dari pulau New Guinea)," tulis laporan Reporters Without Borders (RWB) yang dikeluarkan kemarin (26/4) dikutip dari Tribunnews.com.

 

Peringkat Indonesia saat ini berada di level 124 sedangkan tahun lalu di tingkat 130.

Sedangkan nilai global tahun lalu di angka 41,72 dan kini 39,93. Meskipun kebebasan pers semakin baik namun RWB tetap menekankan adanya kekerasan terhadap wartawan Indonesia.

 

"Kekerasan terhadap wartawan lokal terus berkembang. Wartawan asing dan pemecah masalah lokal bertanggung jawab untuk ditangkap dan diadili jika mereka mencoba mendokumentasikan pelanggaran militer Indonesia di sana."

 

Aliansi Jurnalis Independen yang berbasis di Jakarta melaporkan, intimidasi dan bahkan kekerasan oleh militer terhadap wartawan yang menutupi pelecehan mereka tidak terbatas pada Papua Barat. "Kelompok agama radikal juga menimbulkan ancaman terhadap hak untuk memberi informasi. Banyak wartawan mengatakan bahwa mereka menyensor diri mereka sendiri karena ancaman dari hukum anti-hujatan dan Hukum Transaksi Elektronik dan Informasi," tulisan laporan RWB lagi.

 

Di dunia tahun lalu (2016) menurut catatan RWB ada 8 wartawan meninggal dibunuh saat menjalankan tugasnya. Sedangkan Netizen ada 2 orang juga dibunuh. Sedangkan asisten media ada satu orang yang dibunuh. Sedangkan yang dipenjara tahun 2016 wartawan penerbitan ada 193 orang masuk penjara plus 166 Netizen juga masuk penjara. Lalu 10 orang asisten media juga ikut dimasukkan ke penjara.

 (gan)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)