Banjarnegara

Jualan dan Berdakwah

Magang Dua | Jumat, 28 April 2017 - 10:22:34 WIB | dibaca: 312 pembaca

Tidak hanya semangat menjajakan bubur kacang hijau dan beberapa jus buah buatannya, Indarto juga dikenal sebagai pendakwah. Sambil melayani para pelanggannya, warga Desa Sokayasa Kecamatan Banjarnegara ini tak pernah lupa mengingatkan siapa saja supaya tidak meninggalkan kewajiban salat lima waktu.

"Sambil berdagang, kami selalu berusaha mengajak untuk memakmurkan masjid dan tidak meninggalkan kewajiban salat," katanya.

Sebelum berjualan bubur dan jus buah keliling, Indarto sempat menjadi loper koran. Tetapi sekitar tahun 2000, dia beralih berjualan jus buah karena pemasukannya berkurang karena mulai tergesernya media cetak oleh internet.

Kemajuan dunia informasi itu juga dimanfaatkan Indarto untuk mencari tahu dari dunia maya berbagai resep jus buah sehat. Terutama bahan-bahan yang biasa dimanfaatkan sebagai terapi penyakit seperti asam urat, kolesterol dan lainnya.

"Kami cuma menjual bubur hanya kacang hijau. Kalau jus buah, mulai dari sirsak, markisa, jambu merah, kedelai, kelapa muda, mangga dan jus buah naga. Semua dibuat sendiri dan dijamin tanpa bahan pengawet," katanya.

Satu hal yang mengagumkan dari seorang Indarto, dia berhasil menyisihkan sebagian hasil berjualan jus dan bubur untuk kegiatannya berdakwah. Tidak main-main, bersama kelompok pengajiannya, Indarto bahkan pernah berdakwah ke beberapa negara seperti India, Pakistan, Bangladesh, dan Singapura sekitar tahun 2014 dan 2015 lalu.

Saat ini, dia merencanakan tahun 2018 nanti berniat berdakwah ke Korea Selatan dan Hongkong.

"Semua biaya dari hasil berjualan kami tabung. Selain untuk berangkat dakwah, kami juga sudah ninggali biaya hidup untuk istri dan anak-anak," katanya.

Tidak hanya ke luar negeri, Indarto juga rutin dakwah dari masjid ke masjid di beberapa kota. Banyak hal dilaluinya, termasuk ditolak dan dicurigai sebagai kelompok dari golongan Islam garis keras.

"Kami selalu datang dengan damai. Kami hanya mengajak umat muslim untuk melaksanakan salat berjamaah. Kami malah melarang bahas politik, kekuasaan atau jabatan, aib masyarakat dan perbedaan pendapat dalam beribadah," katanya. (gat)










    Komentar Via Website : 0


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)