Purbalingga

Jangan Manipulasi Penerimaan Pupuk Bersubsidi

satelit post | Jumat, 12 Juni 2015 - 14:08:25 WIB | dibaca: 289 pembaca


PURBALINGGA, SATELITPOST-Dewan Ketahanan Pangan Purbalingga harus mengawasi ketersedian pupuk di masyarakat. Ketersediaan dan terjangkaunya pupuk menjadi faktor penting agar petani bisa memupuk tanamannya dengan baik. Semua itu demi mewujudkan kedaulatan pangan 2015.

“Kewenangan yang dimiliki jangan digunakan untuk memanipulasi penerimaan pupuk bersubsidi. Kalau ini dilakukan, bukan hanya akan berurusan hukum negara namun juga berurusan dengan hukum Tuhan,” ujar Ir Suslio Utomo, Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Purbalingga, saat membuka rapat koordinasi ketahanan pangan tingkat Purbalingga di gedung Srikandi, Kamis (11/6).

Menurut Susilo pengawasan pupuk dan ketersediaan pupuk harus menjadi prioritas utama membangun ketahanan pangan. Selanjutnya peningkatan koordinasi dan sinkroniasasi antarlembaga yang membidangi permasalahan pangan. “Peranan kelompok masyarakat seperti kelompok tani, gapoktan, dan dasa wisma harus ditingkatkan,” ujar Susilo.

Kepala Badan Penyuluh Pertanian dan Ketahanan Pangan (BP2KP), Lily Purwanti, mengatakan tujuan diadakannya rakor untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan ketahanan pangan yang telah dilakukan selama ini.

Dari data BP2KP capaian target produksi padi sebesar 253 ribu ton, jagung sebesar 54,7 ribu ton, ubi kayu sebesar 98 ribu ton, dan kedelai sebesar 327 ton. Sedangkan kebutuhan pupuk sebesar 12.150 ton, pupuk ZA sebanyak 1.855 ton, pupuk SP-36 sebanyak 1.872 ton, pupuk NPK sebanyak 5.304 ton, dan pupuk organik sebanyak 4.187 ton. (gus)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)