Cilacap

Mega Proyek Pertamina

Jalan MT Haryono dan Thamrin Akan Ditutup

Magang Dua | Senin, 20 Maret 2017 - 10:37:35 WIB | dibaca: 9960 pembaca

CILACAP, SATELITPOST-Akan adanya mega proyek dari Pertamina yang bekerjasama dengan Saudi Aramco di Cilacap akan ada pengambilalihan lahan di sekitar wilayah CIlacap. Satu di antaranya di wilayah Kawasan Industri Cilacap (KIC) dan sekitarnya.

 

“Adanya proyek RDMP Pertamina ini akan memerlukan sekitar 40 hektare KIC, Jalan MT Haryono dan Thamrin juga akan ditutup, tapi nanti dibuka akses lainnya, tapi belum tahu di sebelah mana,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Cilacap, Budi Santosa, kemarin.

 

Untuk di KIC,  di antaranya ada tanah bengkok, milik KIC sendiri, pemda, dan Pertamina. Sedangkan di daerah Jalan Thamrin merupakan milik warga sekitar.

 

Dengan adanya penggunaan lahan tersebut, maka instansi, perusahaan, dan warga juga harus dipindahkan dari lokasi tersebut. Meskipun demikian, pihaknya belum mengetahui akan dipindah di mana.

 

Dengan adanya pemindahan tersebut, kata dia, juga jangan sampai membuat perusahana-perusahaan yang sebelumnya berinvestasi di daerah tersebut pergi ke daerah lainnya. Sehingga pemda juga harus ikut andil untuk memberi masukan lokasi yang bisa digunakan.

 

“Nanti dari KIC yang akan berkoordinasi, lokasi penggantinya di mana juga harus dikoordinasikan. Karena juga harus sesuai dengan tata ruang dan peruntukannya,” ujarnya. 

 

Jangan sampai, daerah pengganti yang mereka ajukan itu bukan sesuai peruntukannya. Dikarenakan nantinya akan merugikan banyak pihak. Karena itu, perda RTRW yang akan diproses tahun ini juga harus mendukung investasi yang ada di Cilacap. 

 

Cilacap sendiri, kata dia, memiliki beberapa wilayah yang dikhususkan bagi industri. Seperti di kawasan Industri Bunton di Kecamatan Adipala seluas 45 hektare, kawasan industri Karangkandri di Kesugihan seluas 125 hektare, kawasan industri waroeng batok di Dayeuhluhur seluas 50 hektare dan kawasan Industri Tinggarjaya di Sidareja seluas 5 hektare.

 

Tahun 2017 ini, akan ada beberapa proyek besar yang mulai dibangun di Cilacap senilai 6 miliar dolar atau sekitar Rp 8 tiliun. Di antaranya, adanya ground breaking  proyek Refinery Development Masterplan Program (RDMP) RU IV Pertamina. Selain itu juga akan adanya penambahan proyek PLTU di Karangkandri yang menambah 1x1000 MW.

 

Dengan masuknya investasi dengan nilai triliunan ini, diharapkan akan memberi pengaruh langsung kepada kesejahteraan masyarakat, karena merekrut tenaga kerja sekitar 25 ribu orang, pada tahun 2017-2021. Selain itu juga akan berdampak pada lainnya, terutama wilayah Cilacap yang semakin gemerlap. Karena itu pemerintah, terutama Dinas Ketenagarkejaan juga harus mempersiapkan ketersediaan sumberdaya yang berkualitas.

 

Sebelumnya, Direktur KIC Ratinudin kepada SatelitPost mengatakan berdasarkan hasil rakor, kebutuhan lahan untuk pengembangan kilang Pertamina akan memakan sekitar 187 hektare. Dari kebutuhan yang ada akan memanfaatkan lahan KIC seluas 42 hektare.

 

“Sisanya akan memanfaatkan tanah Pertamina sendiri, tanah masyarakat sekitar Lomanis, serta tanah bengkok milik Pemkab Cilacap,” ujarnya.

 

Ia merinci dari 42 hektare lahan di KIC dengan status hak pengelolaan lahan (HPL) 1 Lomanis, saat ini 38 hektare masih dalam status hak guna bangunan (HGB, di antaranya HGB atas PT holcim seluas 27 hektare, PT MKUS sekitar 1,5 hektare, PT Pelangi seluas 1,6 hektare, dan PT MOB sekitar 2 hektare. (ale)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)