Banyumas

-Kasus Dugaan Pencabulan Anak Kandung

Ibu Korban Sesalkan Sikap Sekolah

Magang Dua | Senin, 17 Oktober 2016 - 12:42:15 WIB | dibaca: 99 pembaca

PURWOKERTO, SATELITPOST-Istri terdakwa dugaan kasus pencabulan Yohanes, membantah melaporkan suami hanya karena urusan harta. Karena, kabar yang muncul SY dan Yohanes akan melakukan perceraian.

“Sebenarnya tidak akan saya ekspos masalah ini, karena sebelum melaporkan polisi juga kami mediasi dengan keluarga, dengan keluarga besar juga, agar tidak sampai meja hijau. Tapi ternyata perbuatan dia (terdakwa, red) tidak hanya sekali, dah akhirnya kami laporkan,” kata SY, kepada SatelitPost, kemarin.

Sebelum adanya peristiwa tersebut, kata SY, dia dan suaminya baik-baik saja. Dia pun tidak ingin orang lain mengetahui masalah yang dialami anak dan keluarganya.

“Sejak awal, saya diberi tahu Polres untuk menceritakan duduk permasalahan kepada pihak sekolah, karena demi keamanan. Saya pikir sekolah komit, tapi ternyata jadi begini,” ujarnya.

SY melanjutkan, mengenai masalah ini, dia hanya bercerita kepada kepala sekolah, dan kepala yayasan serta kepada wali kelas anaknya. Hal tersebut bertujuan sebagai langkah antisipasi, jika terjadi apa-apa karena anaknya sedang terlibat masalah.

“Tapi kenapa malah saya yang dituduh membeberkan masalah ini kepada semua orang?” ujarnya.

Dia juga sangat menyayangkan pihak sekolah atas kesaksiannya di persidangan. Kepala sekolah menyampaikan hanya dua kali terdakwa Yohanes menemui anaknya. Padahal, lanjut SY, jumlahnya lebih dari itu.

“Saat pemaparan aturan di sekolah tersebut, tidak bisa menjemput siswa kalau tidak membawa kartu khusus untuk menjemput. Meskipun itu saudaranya, paling tidak dia meninggalkan kartu identitas (KTP ,red), itu pun harus sepengetahuan keluarga.  Dan kartu tersebut ada pada saya terus. Apalagi sudah saya warning, tolong untuk dijaga, karena sedang ada masalah antara anak saya, dengan papahnya,” kata SY. ([email protected])










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)