Purbalingga

Orangtua Siswa Harus Bayar SPI

Diprotes, Sumbangan Tetap Jalan Terus

satelit post | Sabtu, 04 Juli 2015 - 10:29:21 WIB | dibaca: 697 pembaca

sumber.fotonet

PURBALINGGA, SATELITPOST-Meski penolakan dari orangtua siswa baru terus berlanjut, Sumbangan Pengembangan Institusi di SMAN I belum juga dicabut. Sekolah menegaskan hasil rapat pleno pembahasan SPI, Selasa (30/6) lalu, tetap berlaku. Semua orangtua siswa harus membayar Rp 4 juta.

 

Kepala SMAN 1 Purbalingga, Drs Kustomo, mengatakan, sumbangan tersebut tidak harus dibayarkan pada saat pendaftaran ulang yang berakhir tanggal 4 Juli. Menurutnya, yang terpenting pada saat pendaftaran ulang peserta didik mengembalikan berkas pendaftaran. "Kalau pembayaran bisa dicicil selama satu semester," kata dia.

 

Kustomo menjelaskan, nominal sumbangan tersebut telah disesuaikan dengan skala prioritas sekolah. Sumbangan sebesar Rp 4 juta per siswa akan digunakan untuk merehab enam gedung lama dan pengadaan 80 unit komputer. Rehab gedung masuk dalam daftar program kerja karena masuk dalam rencana strategis sekolah.

 

"Komputer ini menjadi prioritas karena tahun depan akan digunakan untuk kebutuhan ujian nasional berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT)," kata Kustomo.

 

Menurut Kustomo sekolah baru memiliki 40 unit komputer yang masih berfungsi dengan baik. Sementara kebutuhan untuk ujian sebanyak 120 unit. "Jadi kita masih butuh 80 unit," ujar dia.

 

Sumbangan Rp 4 juta ini, kata Kutomo, juga tidak harus langsung dibayar. Ia mengatakan, sumbangan bisa dibayarkan bertahap selama satu semester, sehingga tidak terlalu membebani orangtua siswa. "Dan itu mereka yang menulis. Ada yang Rp 4 juta dibayar sekali, ada yang dua kali ada juga yang empat kali," kata dia.

 

Sementara bagi yang tidak mampu, lanjut Kustomo, bisa mengajukan keringanan kepada komite. Selama ini, sekolah membebaskan orangtua siswa dari biaya dengan ketentuan memiliki keterangan tidak mampu dari kelurahan atau pemegang kartu keluarga rumah tangga miskin. "Ada subsidi silang, yang mampu bisa menutup biaya yang tidak mampu," katanya.

 

Kepala Dinas Pendidikan Purbalingga, Tri Gunawan, mengimbau agar sumbangan tidak membebani orangtua siswa. Gunawan meminta sekolah menetapkan pembangunan berjangka, sehingga biaya tidak terkonsentrasi selama satu tahun. Ia juga meminta program prioritas yang diutamakan. Sementara program lain yang tidak mendesak bisa dikerjakan tahun berikutnya.(afgan86@yahoo.com)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)