Banyumas

Purwokerto Diocese Youth Day

Diikuti 700 Peserta, Diharapkan Berkelanjutan

satelit post | Senin, 29 Juni 2015 - 08:57:17 WIB | dibaca: 439 pembaca

Kegiatan Purwokerto Diocese Youth Day (PDYD) yang diadakan Organisasi Muda Katholik (OMK) Paroki Katedral Kristus Raja Purwokerto, telah berakhir, Minggu (28/6) kemarin. Acara penutupan ditutup langsung oleh Uskup Katedral Kristus Raja Purwokerto, Mgr Julianus Sunarka.

 

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut memang sangat diminati oleh OMK, tak tanggung-tanggung ada sekitar 700 peserta yang ikut dari 24 Paroki, se-Keuskupan Purwokerto itu.

 

 

Kegiatan tersebut hampir mirip Jambore Pramuka, hanya saja diikuti oleh remaja-remaja Katolik di seluruh Keuskupan Purwokerto, seperti dari wilayah Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Tegal, Pekalongan, Batang, Kebumen, dan Pemalang.

 

Minggu kemarin acara tersebut telah berakhir, kegiatan pun ditutup dengan misa, ataupun pemberkatan di Katedral Purwokerto. Menurut penuturan Veronika Oktaviani Astuti, seorang peserta PDYD dari Paroki ST Stefanus Purwosari, Purworejo mengatakan, ia sangat senang mengikuti kegiatan tersebut. "PDYD acara yang sangat bermanfaat bagi kami, pemuda Katholik. Saya baru pernah mengikuti kegiatan semacam ini, karena acara kumpul seperti ini hanya diadakan per Paroki saja," ujarnya.

 

Vero berharap adanya kegiatan PDYD ini dapat mencakup seluruh OMK, pasalnya dari kegiatan kemarin kuotanya sangat terbatas yakni hanya sampai 25 per Paroki. "OMK khususnya di tempat saya banyak yang ingin ikut, tapi karena kuota terbatas, dan faktor usia, jadi banyak yang gugur," kata dia.

 

Ia berharap kegiatan PDYD dapat terus berlangsung karena dapat bermafaat bagi para pemuda OMK. "Mungkin jika diadakan satu atau dua tahun sekali mustahil kali ya, soalnya dananya terbatas. Ya setidaknya mungkin tiga tahun sekali, ini dapat mempersatukan persaudaraan kami, dan banyak sekali manfaat dari kegiatan ini, sehingga bisa untuk bekal masa depan," kata dia.

 

Ditemui di tempat terpisah, Romo Frans Kristi Adi Prasetya, dari Kuuskupan Purwokerto yang membidangi Pemuda mengatakan, kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 25-28 ini terbilang cukup sukses dengan antusiasme para pesertanya. "Kita bakal adakan kegiatan ini lagi pada tahun 2018 nanti, karena besok tahun 2016 bakal mengikuti Indonesia Youth Day," kata dia.

 

Menanggapi keterbatasan kuota, Romo yang akrab dipanggil Romo Kris ini mengatakan, memang ada pembatasan kuota dari pihak Keuskupan Purwokerto, yakni 25 orang. "Jadi untuk OMK minimal umur 15 hingga 35 tahun, dan belum menikah. Kuota memang kita batasi 25 orang per paroki, dan dari situ kita seleksi kembali," kata dia.

 

Untuk tahun depan, peserta yang mengikuti PDYD tahun ini dapat mengikutinya kembali, dengan catatan mendapatkan izin dari masing-masing Parokinya. "Kita sih selalu berharap adanya peserta baru, yang tentunya mendapatkan pengalaman baru. Jika pun ingin bergabung kembali, ada daftar waiting-nya, tetapi juga tergantung dari Paroki masing-masing," kata dia.

 

Dari pantauan SatelitPost, kegiatan penutupan PDYD, diakhiri dengan berkumpulnya peserta di Gereja Katedral Purwokerto. Mereka diberikan pengarahan sekaligus pembekalan oleh Mgr Julianus Sunarka, yang mengatakan OMK harus bisa menjadi pendoman dan acuan bagi umat. Selain itu, penutupan terahir juga dilakukan dengan menerbangkan merpati di halaman Katedral Purwokerto. (shandi yanuar)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)