Purbalingga

Hasil UKG Berbanding Terbalik dengan IPM

Bupati Kritik Profesionalisme Guru

Magang Dua | Jumat, 28 April 2017 - 10:16:38 WIB | dibaca: 193 pembaca

BOBOTSARI, SATELITPOST-Bupati Purbalingga Tasdi SH MM menilai profesionalitas guru di Purbalingga tidak berpengaruh banyak kepada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Hal ini terlihat dari hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) Kabupaten Purbalingga menempati peringkat ke-7 se-Jawa Tengah namun berbanding terbalik dengan IPM Purbalingga yang menghuni posisi buncit di nomor 27.

 

Penilaian Bupati itu disampaikan pada saat pembukaan seminar pendidikan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional di Gedung PGRI Purbalingga, Kamis (27/4). Seminar dengan tema “Kiat Menjadi Guru Profesional” dihadiri oleh kurang lebih 700 guru se-Kabupaten Purbalingga.

 

Untuk itu, bupati  mengimbau para guru untuk memanfaatkan tunjangan profesi dengan baik. “Tunjangan profesi itu bukanlah pemberian pemerintah untuk kesejahteraan semata, tetapi yang sangat penting adalah untuk pengembangan profesi, baik dengan pelatihan, seminar, workshop, membaca buku, dan lain-lain,” katanya.

 

Bupati menuntut agar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Purbalingga ikut mengatasi persoalan daerah. Terutama terkait masih rendahnya IPM di Purbalingga. “Satu di antara kelemahan yang menyebabkan IPM rendah adalah rata-rata lama sekolah penduduk Purbalingga baru 6,5 tahun dan angka harapan lama sekolah baru 11,7 tahun. Ini adalah tantangan yang harus kita garap bersama,” ujarnya.

 

Ketua umum PGRI Purbalingga Sarjono SPd MSi mengatakan, narasumber seminar kali ini ialah Guru Besar Universitas Muhammadiyah Purwokerto Prof Dr Tukiran Taniredja MM. Ia berharap dengan seminar ini guru dapat meningkatkan layanan bidang pendidikan secara profesional dan mengimplementasikan kompetensi dalam kinerjanya. “Tidak akan lahir siswa hebat tanpa guru hebat,” kata Sarjono.

 

Masih dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (29/4) mendatang, PGRI akan mengagendakan seminar kedua. Seminar tersebut ditujukan untuk guru pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan pembicara Dr Yasmin Yessy Gusman, mantan artis era tahun 80-an yang kini menjadi pakar pendidikan anak usia dini. “Rencana nanti kurang lebih sekitar 600 guru PAUD, TK, RA, dan BA yang hadir,” katanya. (iqbal.satelitpost@gmail.com)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)