Purbalingga

Sidang Kasus Pelecehan Seksual

4 Korban Sudutkan Tohari

satelit post | Selasa, 30 Juni 2015 - 10:43:46 WIB | dibaca: 608 pembaca


PURBALINGGA, SATELITPOST - Pengadilan Negeri Purbalingga kembali menggelar sidang asusila dengan terdakwa Tohari. Dia adalah pelaku pengobatan dan pelecehan.

 

Sidang kemarin mengagendakan keterangan empat saksi korban. Semua saksi mengaku telah dilecehkan pada saat menjalani pengobatan di tempat pengobatan alternatif terdakwa.

 

Empat saksi korban ini antara lain EN, ST, SW, dan MW yang semua merupakan warga Desa Nangkasawit, Kecamatan Kejobong. EN mengaku sakit pada bagian kaki. Namun, ia yang berobat pada tahun 2012 justru dilecehkan secara seksual oleh Tohari.

 

Hal yang sama juga dialami ST yang mengeluhkan sakit dibagian tulang rusuk. Ia dipijat di bagian tulang rusuk lalu dilecehkan secara seksual.

 

Humas Pengadilan Negeri Purbalingga sekaligus anggota majelis hakim, Arif Yudiarto SH mengatakan,  korban SW mengaku berobat karena sakit di bagian telinganya. SW yang menjalani pengobatan pada 2014 kemudian dibekam. Namun pada pengobtan kali kelima, ia dilecehkan secara seksual.

 

Sementara MW yang berobat karena keluhan sering pusing pada tahun 2015 juga mengaku dilecehkan. Namun MW yang merasa janggal dengan praktik pengobatan terdakwa mengadukan yang dialaminya kepada sang suami. Ia lalu menjadi inspirasi ketiga korban lain untuk melaporkan pelecehan yang dialami ke polisi. Korban lain semula enggan berterus terang karena takut diceraikan suami mereka. Namun mereka akhirnya membuka diri setelah didesak. "Terdakwa mengakui menyentuh bagian sensitif, tetapi itu dianggap sebagai bagian dari pengobatan," ujar Arif.

 

Praktik pengobatan Tohari yang juga seorang tokoh agama semakin lama semakin meresahkan. Puncaknya, warga sempat protes beramai-ramai. Namun, kedatangan polisi berhasil meredam amarah warga. Kasus Tohari diproses hingga ke persidangan. Ia kini dalam proses pengajuan penangguhan penahanan dengan penjamin Kemenag Purbalingga. "Penangguhan masih dalam proses pertimbangan," kata dia.

 

Sementara itu, Penasihat Hukum terdakwa, Sugeng SH MSi, mengatakan, terdakwa menolak kesaksian EN. Tohari mengaku tidak pernah mengobati EN. "Karena itu, terdakwa menolak keterangan saksi atas nama EN," kata Sugeng.

 

Sementara itu, segala perlakuan yang diterapkan kepada ketiga saksi korban diakuinya sebagai bagian dari pengobatan. Sugeng juga mengatakan, kliennya menolak keterangan saksi yang menyebut dirinya melakukan pelecehan seksual terhadap pasiennya. "Namun, setelah sidang berakhir, korban dan terdakwa saling bersalaman dan bermaaf-maafan," kata dia.

 

Perihal kemunculan saksi EN yang menurut terdakwa tidak pernah menjadi pasiennya, Tohari menyebut ada upaya untuk mengkriminalisasi dirinya. "Ada rekayasa, tetapi kami belum tahu siapa pelakunya," ujar Sugeng yang masuk bursa Bacawabup Purbalingga 2015 ini.

 

Sementara itu, suasana sebelum persidangan sempat ramai. Meskipun sudah melalui kesepakatan tidak akan mengerahkan massa, namun beberapa orang pendukung terdakwa dan korban tampak di sekitar ruang sidang. Ratusan personel Polisipun berjaga ketat di dalam dan di luar pengadilan.(gan)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)