Kesehatan

2020, Indonesia Bebas Kaki Gajah

satelit post | Jumat, 31 Juli 2015 - 14:13:20 WIB | dibaca: 241 pembaca

FOTONET

JAKARTA, SATELITPOST- Prevalansi filariasis atau yang dikenal dengan penyakit kaki gajah di Indonesia berhasil diturunkan sejak 45 tahun yang lalu atau tahun 1970.

 

Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, dr HM Subuh MPPM menyatakan, filariasis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk.

 

"Semua nyamuk dapat menjadi vektor penular filariasis," kata Subuh di Jakarta, Kamis (30/7).

 

Ada tiga spesies cacing penyebab filariasis yaitu Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori. Untuk perkembangan nyamuk berada di sawah, got atau saluran air, rawa-rawa dan tanaman air.

 

"Semua spesies tersebut terdapat di Indonesia, namun lebih dari 70 persen kasus filariasis di Indonesia disebabkan oleh Brugia malayi," katanya.

 

Oleh karenanya, Tribunnews.com menulis, pemerintah pun bertekad Indonesia bebas kaki gajah tahun 2020. Hal tersebut dilakukan melalui Bulan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah (BELKAGA).

 

Nantinya setiap penduduk kabupaten/kota endemis kaki gajah serentak minum obat pencegahan setiap bulan Oktober selama 5 tahun berturut-turut (2015-2020). (zhulisatelitpost@gmail.com)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)