Internasional

Jika Korut Menyerang

10 Menit untuk Selamatkan Diri

Magang Dua | Sabtu, 29 April 2017 - 10:41:17 WIB | dibaca: 42 pembaca

Misil balistik Musudan dalam sebuah parade militer di Pyongyang, Korea Utara./FOTONET

TOKYO, SATELITPOST-Pemerintah Jepang mulai menyiapkan warganya jika misil-misil Korea Utara ditembakkan ke negeri itu. Pemerintah Jepang memperingatkan warganya mereka hanya memiliki waktu kurang dari 10 menit untuk menyelamatkan diri jika Korea Utara menyerang.

Dikutip dari Kompas.com, kantor perdana menteri Jepang menerbitkan panduan untuk bagi warga untuk melindungi diri jika perang terjadi. Namun, peringatan yang diberikan pemerintah Jepang sebenarnya tak cukup membantu. Pada dasarnya warga diminta untuk berlindung ke dalam sebuah gedung yang cukup kuat saat serangan datang.

Masyarakat Jepang memang sangat khawatir dengan ancaman Korea Utara itu. Buktinya pengunjung ke situs resmi badan pertahanan sipil Jepang pada selama 23 hari di bulan April mencapai 5,7 juta kunjungan. Angka ini melonjak sangat drastis jika dibanding rata-rata kunjungan tiap bulan yang hanya mencapai 400.000-an kunjungan saja.

Di dalam bagian "pertanyaan yang paling sering disampaikan", pemerintah Jepang menjelaskan durasi yang dibutuhkan misil Korea Utara untuk mencapai wilayah Jepang. "Saat sebuah misil diluncurkan dari Korea Utara, maka tak perlu waktu lama untuk mencapai Jepang. Sebagai contoh, misil balistik yang diluncurkan dari Korea Utara pada 7 Februari tahun lalu hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk melintasi Okinawa," tambah pemerintah.

Pemerintah Jepang juga menggelar pertemuan untuk memberi instruksi kepada pemerintah daerah tentang langkah-langkah yang harus diambil jika misil Korea Utara menghantam wilayah mereka.

Di prefektur Yamagata, yang wilayahnya memanjang ke Laut Jepang, pemerintah setempat sudah menjadwalkan latihan evakuasi dalam waktu dekat. Di prefektur Akita, Gubernur Norihisa Satake menginstruksikan badan penanggulangan bencana untuk tetap waspada 24 jam sepanjang bulan ini.

Di wilayah selatan, tepatnya di prefektur Fukui, pemerintah setempat meminta seluruh staf berjaga sepanjang Selasa lalu, demi mengantisipasi setiap provokasi yang terkait HUT angkatan bersenjata Korea Utara.

Jepang sebenarnya memiliki sistem yang dinamai "J-Alert" yang dirancang untuk menyiarkan informasi terkait serangan misil ke badan penanggulangan bencana di tingkat lokal.(afgan86@yahoo.com)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)